Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Januari 2018 | 04.15 WIB

Tiga Orang Tua Korban Lapor ke Posko UBD

Dosen Fakultas Ekonomi, Rabin Ibnu Zainal didampingi Kepala kantor BEI Palembang, Hari Mulyono saat memberikan keterangan pers - Image

Dosen Fakultas Ekonomi, Rabin Ibnu Zainal didampingi Kepala kantor BEI Palembang, Hari Mulyono saat memberikan keterangan pers

JawaPos.com - Pihak Universitas Bina Dharma (UBD) langsung membuka posko pengaduan bagi orang tua pasca ambruknya selasar di Lantai Mezzanine Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (15/1).


Posko tersebut memang sengaja dibuka pihak universitas.Tujuannya, untuk menampung dan memberikan informasi terkait insiden di BEI. "Kami sudah menerima laporan dari tiga orang tua yang anaknya ikut dalam kunjungan ini," kata Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bina Dharma (UBD) Palembang, Rabin Ibnu Zainal.


Rabin menyatakan, bagi pihak keluarga yang ingin mendapatkan informasi terkait insiden tersebut bisa langsung datang ke Posko yang berada di lantai 1 Kampus UBD. Posko tersebut berada tepat di dekat lift.


Informasi juga dapat diperleh pihak keluarga melalui sambungan telpon. Pihak kampus juga telah menyiapkan call center di nomor 0811718481.


"Kami akan terus monitor para korban dan mahasiswa yang kini masih dirawat di Jakarta. Kami akan selalu memberikan kabar terbaru terkait insiden tersebut," paparnya.


"Saat ini kondisi korban hanya luka dibagian kaki, kepala, lengan dan lain sebagainya. Tapi tidak ada yang meninggal dunia,"timpal Rabin.


Sementara itu, Kepala Biro Penjaminan Mutu UBD Palembang M Akbar menjelaskan, kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut dilakukan mahasiswa semester lima.


Kunjungan itu dilakukan sesuai dengan mata kuliah magang dan kunjungan industri. Kunjungan ini dilakukan selama 10 hari, dimana kunjungan pertama di Jakarta dan selanjutnya ke Bali.


"Kebanyakan mahasiswa yang ikut kunjungan ini karena memang ada mata kuliah kunjungan industri, dan mereka baru berangkat Sabtu kemarin," ujarnya.


Nantinya, setelah melakukan kunjungan, setiap mahasiswa diharuskan membuat laporan sampai akhir semester Februari. Namun, atas peristiwa ini pihaknya langsung memulangkan mahasiswa yang dalam kondisi baik. Sedangkan untuk korban yang masih cidera akan tetap dirawat di Jakarta.


"Kami akan bertanggungjawab atas kejadian ini. Dan kami terus berkoordinasi dengan BEI," tutupnya.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ada 17 mahasiswa UBD yang menjadi korban dalam insiden tersebut, diantaranya:


1. Kiki (Perempuan)
2. Miranda (Perempuan)
3. Desvahera (Perempuan)
4. Fransisca (Perempuan)
5. Firda (Perempuan)
6. Indah (Perempuan)
7. Siti Nurhalifah (Perempuan)
8. Dita (Perempuan)
9. Melianjani (Perempuan)
10. Sandra (Perempuan)
11. Oktarina (Perempuan)
12. Desa (Perempuan)
13. Deka (Perempuan)
14. Karmeta (Perempuan)
15. Apriani (Perempuan)
16. Gita (Perempuan)
17. Indah (Perempuan)

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore