Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Januari 2018 | 15.39 WIB

Terekam Kamera, 4 Ekor Harimau Sasar Ternak Warga

Harimau Sumatera - Image

Harimau Sumatera

JawaPos.com - Teror harimau yang masuk ke permukaan warga di wilayah Riau bukan kali ini saja. Daerah itu kerap dikelilingi areal perkebunan. Permukiman warga pun ada di tengah-tengah hutan dan perkebunan.


Tak ayal teror harimau ini sudah berkali-kali muncul. Dari catatan Riau Pos (Jawa Pos Group), harimau masuk yang pernah terdata yakni pada 2011. Kejadian itu berlangsung di wilayah Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Desa itu bersebelahan dengan wilayah kebun PT THIP.


Di desa itu pernah muncul harimau pada 2011 silam. 2014 kembali demikian dan bahkan satwa langka mulai terlibat konflik dengan warga. Teror harimau lebih banyak memakan korban hewan ternak milik warga, salah satunya anjing.


Lokasinya tak jauh dari kawasan konsesi PT Arara Abadi. Selain anjing, harimau pernah juga memakan sapi ternak warga. Kemunculan “kucing besar” itu membuat pihak PT Arara Abadi ikut turun tangan.


Menurut Forest Conservation PT Arara Abadi Rudi Krisdiawadi, pada 2011 itu sudah pernah dipasang kamera trap. Pemasangan dilakukan di sekitar wilayah konsesi perusahaan itu dan bekerja sama dengan BBKSDA Riau. "2011 itu sudah mulai dipasang kamera trap. Tapi mulai intensifnya pada 2015, pasca adanya konflik dengan hewan ternak,” ujar Rudi.


Dari pemantauan itu, terdeteksi ada sekitar empat ekor harimau. Harimau dapat dibedakan dari belangnya. Karena, setiap individu harimau pasti berbeda belangnya. Harimau yang terpantau itu rata-rata dewasa atau berusia lebih dua tahun. "Memang sering terekam di kamera itu. Bahkan warga juga pernah melihat langsung kemunculan harimau," ujarnya.


Kemunculan harimau ini, kata dia, karena banyaknya warga yang melepasliarkan hewan ternak. Tidak pernah mengandangkan. Sehingga, ini memancing kedatangan harimau.


Oleh karena itu, pihak perusahaan merasa bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karyawan dan para kontraktor PT Arara Abadi.


Rudi Krisdiawadi menyebut trik saat bertemu dengan harimau. Yakninya tidak membelakanginya. Kalau jumpa harimau harus memperlihatkan wajah. "Jika wajah terlihat, harimau tidak akan mau menerkam,” sebutnya.


Sementara bagi warga yang memiliki ternak agar mengandangkannya. Kandang yang disiapkan pun harus aman dari ancaman harimau. Seperti dilengkapi dengan kawat berduri dan dinding kayu dibangun setinggi 4 meter. Kandang juga tidak boleh gelap. Diberi penerangan di malam hari. "Masih banyak warga yang belum menjalankan saran kami ini," tandas Rudi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore