
Harimau Sumatera
JawaPos.com - Teror harimau yang masuk ke permukaan warga di wilayah Riau bukan kali ini saja. Daerah itu kerap dikelilingi areal perkebunan. Permukiman warga pun ada di tengah-tengah hutan dan perkebunan.
Tak ayal teror harimau ini sudah berkali-kali muncul. Dari catatan Riau Pos (Jawa Pos Group), harimau masuk yang pernah terdata yakni pada 2011. Kejadian itu berlangsung di wilayah Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Desa itu bersebelahan dengan wilayah kebun PT THIP.
Di desa itu pernah muncul harimau pada 2011 silam. 2014 kembali demikian dan bahkan satwa langka mulai terlibat konflik dengan warga. Teror harimau lebih banyak memakan korban hewan ternak milik warga, salah satunya anjing.
Lokasinya tak jauh dari kawasan konsesi PT Arara Abadi. Selain anjing, harimau pernah juga memakan sapi ternak warga. Kemunculan “kucing besar” itu membuat pihak PT Arara Abadi ikut turun tangan.
Menurut Forest Conservation PT Arara Abadi Rudi Krisdiawadi, pada 2011 itu sudah pernah dipasang kamera trap. Pemasangan dilakukan di sekitar wilayah konsesi perusahaan itu dan bekerja sama dengan BBKSDA Riau. "2011 itu sudah mulai dipasang kamera trap. Tapi mulai intensifnya pada 2015, pasca adanya konflik dengan hewan ternak,” ujar Rudi.
Dari pemantauan itu, terdeteksi ada sekitar empat ekor harimau. Harimau dapat dibedakan dari belangnya. Karena, setiap individu harimau pasti berbeda belangnya. Harimau yang terpantau itu rata-rata dewasa atau berusia lebih dua tahun. "Memang sering terekam di kamera itu. Bahkan warga juga pernah melihat langsung kemunculan harimau," ujarnya.
Kemunculan harimau ini, kata dia, karena banyaknya warga yang melepasliarkan hewan ternak. Tidak pernah mengandangkan. Sehingga, ini memancing kedatangan harimau.
Oleh karena itu, pihak perusahaan merasa bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karyawan dan para kontraktor PT Arara Abadi.
Rudi Krisdiawadi menyebut trik saat bertemu dengan harimau. Yakninya tidak membelakanginya. Kalau jumpa harimau harus memperlihatkan wajah. "Jika wajah terlihat, harimau tidak akan mau menerkam,” sebutnya.
Sementara bagi warga yang memiliki ternak agar mengandangkannya. Kandang yang disiapkan pun harus aman dari ancaman harimau. Seperti dilengkapi dengan kawat berduri dan dinding kayu dibangun setinggi 4 meter. Kandang juga tidak boleh gelap. Diberi penerangan di malam hari. "Masih banyak warga yang belum menjalankan saran kami ini," tandas Rudi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
