Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Januari 2018 | 02.57 WIB

Jelang Pilkada Menhan Ingatkan Netralitas TNI dan Ancaman Adu Domba

Menhan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat menghadiri HUT Kodam II Sriwijaya, Jumat (5/1). - Image

Menhan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat menghadiri HUT Kodam II Sriwijaya, Jumat (5/1).

JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu memprediksi akan ada ancaman adu domba pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang. Ia mengingatkan, agar masyarakat tidak terpancing.


"Pilkada serentak nanti tidak begitu masalah. Ancaman Pilkada adalah ancaman adu domba, gak diadu aman semua. Jadi masyarakat jangan terpancing," kata Menhan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu usai menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kodam II Sriwijaya tahun 2018 dan HUT ke-56 Korps Wanita TNI AD, di Benteng Kuto Besak (BKB), Jumat (5/1).


Ia juga menghimbau, kepada prajurit TNI di seluruh tanah air untuk memegang kunci menjadi profesional. Ia berharap kedepan prajurit harus lebih baik lagi dengan latihan, loyalitas tegak lurus keatas dan melaksanakan hukum. "Prajurit itu harus jadi panglima paling tinggi, seperti contoh Pangdam," ujarnya.


Ia juga mengucapkan selamat kepada Kodam II Sriwijaya yang telah berjuang untuk menjaga kedaulatan Republik ini khususnya di Provinsi Sumsel. "Selamat ulang tahun Kodam II Sriwijaya, patah tumbuh hilang berganti. Luar biasa Kodam ini berjuang demi keamanan rakyat," tutupnya.


Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto mengaku akan tetap konsisten dan bertekad untuk terus membenahi diri serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.


Menurutnya, masyarakat merupakan ibu kandung prajurit Kodam II Sriwijaya dan kemanunggalan dengan rakyat adalah roh pengabdian serta tulang punggung kekuatan.


"Jadi Kodam II Sriwijaya dan masyarakat itu tidak terpisahkan dan tidak boleh dipisahkan," katanya.


Ia juga mengaku akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. "Kami Mohon maaf jika ada sikap dan ucapan serta prilaku yang kurang berkenan di hati masyarakat," tutupnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore