
Pasaraya Sri Ratu Semarang
JawaPos.com - Bersiaplah kecewa bagi Anda yang gemar berbelanja di Pasaraya Sri Ratu Semarang. Pasalnya, bangunan pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Pemuda itu dipastikan akan beralih fungsi menjadi sebuah hotel di tahun depan.
Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Bambang Mintosih menyebutkan Sri Ratu tak lagi beroperasi sebagai pusat perbelanjaan usai adanya akuisisi oleh seorang investor asal Tiongkok.
"Kemungkinan nanti diganti, tetapi yang jelas lokasi hotelnya tetap berada di bangunan lama malnya," ungkap pria yang kerap disapa Benk itu, Sabtu (30/12).
Pria yang juga menjabat sebagai General Manager Star Hotel itu menuturkan, selain Sri Ratu, tahun depan juga terdapat empat hotel lainnya yang siap beroperasi di Kota Semarang. Bahkan salah satu hotel yang sudah ancang-ancang beroperasi itu ialah Hotel Tentrem milik PT Sido Muncul di pojok Jalan Gajahmada.
Total, kini ada 57 hotel bintang dan 66 hotel nonbintang yang masuk keanggotaan PHRI. "Tahun depan akan nambah lagi," sambung dia.
Dengan adanya penambahan jumlah hotel tersebut, otomatis ada penambahan jumlah kamar hotel sekitar 500-600 unit atau sebanyak 11 ribu kamar dari kondisi semula yang hanya 10 ribu saja.
Adanya kenaikan jumlah tersebut, mau tidak mau harus diimbangi dengan sarana dan prasarana yang menghubungkan para pengunjung dengan hotel. Salah satunnya layanan penerbangan. Menurutnya, hal tersebut mampu menunjang tingkat okupansi masing-masing hotel.
"Jumlah turis dari Asia Timur, khususnya Cina (Tiongkok) sangat banyak yang punya banyak jadwal berpergian ke Indonesia. Sayang kalau selama ini baru berliburan di Manado dan Bali saja. Tahun depan harus dibelokkan ke Jateng," imbuhnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyesalkan adanya pola investasi jor-joran ala para pengusaha dalam membangun bisnis hotelnya di Semarang. Menurutnya, sikap itu belum diimbangi dengan adanya kesadaran dari tiap-tiap pelaku industri perhotelan yang masih lebih memilih untuk membangun bisnisnya terpusat di wilayah perkotaan saja.
Pihaknya pun juga tidak bisa menghentikan pembangunan hotel dan hanya bisa mengarahkan lokasi-lokasi yang masih ideal untuk dibangun hotel.
"Kami mengimbau kepada para CEO supaya berani meninggalkan egosentris mereka untuk membangun hotel. Jangan hanya di pusat kota saja. Pemkot semestinya berani merancang paket wisata Semarang dan sekitarnya untuk memperluas pangsa pasar hotel lokal," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
