
Tersangka Putra saat berada di Polda Sulsel Sabtu (23/12)
JawaPos.com - Kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Martina Marni (21), di Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mangkendek, Tana Toraja, Sulawesi Selatan akhirnya terungkap.
Pelakunya adalah Putra, (19) warga Kampung Gentengan, Desa Rante Kalua, Kecamatan Mangkendek, Kabupaten Tana Toraja.
Dilansir dari Fajar (Jawa Pos Group), Putra mengaku membunuh korban karena sakit hati setelah dihina saat melakukan percakapan dengan korban di media sosial (medsos).
Putra menceritakan, ia dan korban sama sekali tidak pernah bertemu. Hanya berinteraksi dengan korban via medsos.
"Saya menyatakan cinta sama korban melalui facebook, tetapi saya ditolak. Saya juga dibilangi jelek sama korban," ujar Putra, ditemui di Posko Tim Khusus Polda Sulsel Sabtu (23/12).
Bahkan, beber Putra, sudah tiga kali ia mengungkapkan perasaannya itu, tetapi sama sekali tidak direspons Martina. "Setelah itu, saya mencari tahu tentang korban dan mengenal korban melalui foto yang dipasang di facebooknya,"beber dia.
Dia menceritakan kronologis pembunuhan yang dilakukannya, Selasa (19/12) silam, sekitar pukul 08.00 Wita, ia menunggui Martina melintas berjalan kaki di Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mangkendek, saat akan menuju ke kampusnya.
Saat berada di pendakian, Putra menghantam leher kroban dengan kayu. Martina melawan. Putra menghunuskan pisau dapur yang dibawanya dari rumah dan korban berusaha merebut pisau itu.
"Saat korban ingin rebut pisau saya, itu pisau mengenai dua kali di bagian kaki korban, setelah itu mengenai bagian perut," jelasnya.
Setelah korban kritis, Putra mengaku menyeret tubuh korban ke semak-semak. Saat di lokasi itulah, Putra berbuat asusila terhadap korban.
Putra juga mengaku mengambil uang sebanyak Rp70 ribu dan satu ponsel milik korban. Putra meninggalkan Tanah Toraja pada Selasa malam dan menuju ke Kota Makassar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
