Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Desember 2017 | 23.42 WIB

Jembatan Ambrol, Akses Dua Desa di Malang Terputus

AMBROL: Jembatan yang menghubungkan Desa Pulungdowo dan Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Malang putus. - Image

AMBROL: Jembatan yang menghubungkan Desa Pulungdowo dan Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Malang putus.

JawaPos.com - Jembatan yang menghubungkan Desa Pulungdowo dan Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, ambrol sejak Sabtu (16/12).


Akibatnya, akses dua desa ini terputus, hingga Minggu (17/12). Kepala Dusun Wilayah RT 1 RW 9 Pulungdowo, Muhammad Rapit, menjelaskan, jembatan yang ambrol tersebut berusia tua, dibangun sejak 24 tahun silam. Kendati demikian, jembatan tersebut sangat vital karena keberadaannya menghubungkan desa dengan akses sekolah, pasar dan ladang.


Akibat ambrol, kini warga harus memutar cukup jauh untu mengakses sejumlah lokasi publik. "Jembatan itu penting sekali, karena menghubungkan dua desa. Aktivitas masyarakat juga kerap melalui jembatan itu," ujarnya ketika ditemui wartawan di lokasi kejadian, Minggu (17/12).


Rapit menjelaskan, ambrolnya jembatan tersebut diduga lantaran pondasi dan kontruksi yang ada di dalam jembatan sudah keropos. Kemungkinan keroposnya jembatan karena gerusan air hujan, serta getaran kendaraan yang lewat.


Sejak dibangun, jembatan tersebut  tidak pernah mendapatkan perbaikan secara keseluruhan. Hanya saja perawatan di beberapa bagian. Misalnya saja di sisi selatan, yang diberi PVC pada cor beton. "Baru dua minggu lalu kami beri perawatan cor," kata dia.


Rapit menambahkan, jembatan yang memiliki lebar enam meter dan panjang 30 meter ini sudah menunjukkan keganjilan sejak dua minggu lalu.


Saat itu, ketika dilewati oleh orang maupun kendaraan lain, terasa bergetar. Padahal biasanya tidak pernah. "Bisa dibilang mulai siaga sejak dua minggu lalu. Terus kami perbaiki itu," imbuhnya.


Sebetulnya, jembatan ini tidak disarankan untuk dilalui kendaraan besar, truk misalnya. Namun, karena aktivitas masyarakat tinggi, dan banyak pemilik usaha yang memanfaatkannya, jadi mau tidak mau jembatan harus menahan beban kendaraan besar.


Dia berharap, pemerintah segera membantu untuk perbaikan jembatan. Pasalnya, jembatan itu dirasa vital bagi warga. Kini, warga harus melalui jalan memutar dengan jarak yang cukup jauh, jika ingin bepergian. 


Saat ini, pihak desa, dibantu TNI, Polri serta Tagana dan unsur lain membersihkan material jembatan yang putus. Rambu dan pemberitahuan bahwa jembatan putus juga sudah dipasang.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore