Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 November 2017 | 18.26 WIB

Khawatir Kunjungan Menurun, Pelaku Wisata Merapi Tingkatkan Layanan

Museum alam Merapi bernama Sisa Hartaku di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. - Image

Museum alam Merapi bernama Sisa Hartaku di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Jawapos.com -- Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang ada di Kabupaten Kulonprogo mendorong pelaku wisata di sisi selatan Merapi  terus berinovasi. Karena adanya kekhawatiran, berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan yang menurun.


Ketua Paguyuban Masyarakat Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, Badiman mengatakan, kekhawatiran itu ada. Biasanya wisatawan manca negara yang datang dari Bandara Adisutjipto akan lebih jauh perjalanannya ketika ada bandara baru tersebut. "Mungkin juga turun wisata ke sini. Tapi peluang bertambah juga ada," katanya, Jumat (24/11).


Masyarakat setempat, juga terus melakukan peningkatan pelayanan. Seperti pembangunan fasilitas tempat ibadah (masjid) di dekat lokasi wisata. Upaya ini juga karena persaingan bisnis wisata yang ada di wilayahnya.


Menurutnya, kawasan di lereng Merapi sisi selatan saat ini tumbuh menjamur objek-objek baru. Namun, sebagian itu bukan dari warga setempat. "Ada juga orang luar (luar daerah)," ujarnya.


Sementara, menurut pengelola wisata Lava Tour Merapi, Bambang Kotir mengatakan, asalkan mengemas dan menata kawasan wisatanya, pengunjung tak akan menurun. "Yang penting tata krama lingkungan. Biarpun pelosok, tetap akan digoleki (dicari). Kami buat Merapi itu bagaimana agar orang yang pernah mengunjunginya bisa merasakan kerinduan untuk datang kembali," ucapnya.


Beberapa objek wisata di lereng Merapi sisi selatan yang tumbuh sejak satu hingga dua tahun terakhir ini, seperti The Lost World Castle, Stonehenge, Kopi Galio di daerah Petung, Desa Kepuharjo. Sementara, wisata-wisata yang sudah lama, seperti Memorabilia Sisa Hartaku, Lava Tour, Kopi Merapi, Batu Alien, petilasan juru kunci Merapi, Mbah Maridjan.(dho/JPC)


Caption foto:


Museum alam Merapi bernama Sisa Hartaku di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.(Ridho Hidayat/Jawapos.com)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore