
Ilustrasi
JawaPos.com - Perampokan di Lampung kian menggila. Dalam sepekan belakangan, sudah lima peristiwa terjadi di provinsi ini. Aksi kawanan perampok ini dinilai seperti ’’menantang” pihak kepolisian. Buktinya, kendati korps Bhayangkara sudah menurunkan personelnya untuk melakukan pengejaran, perampok seakan menunjukkan eksistensinya dengan terus beraksi pada beberapa wilayah di Lampung.
Bahkan pada kasus perampokan terakhir yang terjadi kemarin (20/10), kawanan bandit bersenpi dan bersajam berani beraksi di siang bolong. Aksi yang berlangsung sekitar pukul 10.40 WIB itu menyasar Toko Emas Putri Ayu di Pasar Sendangagung, Kecamatan Sendangagung, Lampung Tengah.
Mereka bahkan melukai pemiliknya Ahmad Zainuri (38), warga Dusun III, Kampung Kalirejo, Kecamatan Kalirejo. Dia mengalami luka tusuk di punggung, pantat sebelah kiri, dan tangan kiri. Perampok diperkirakan berjumlah empat orang dengan mengendarai dua motor Yamaha Vixion.
Polda Lampung hingga kemarin terus berusaha mengungkap kasus perampokan yang terjadi di beberapa daerah. Tim Jatanras Polda Lampung juga berangkat ke beberapa daerah untuk mem-backup jajaran polres.
Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo mengatakan para pejabat utama (PJU) polda juga diterjunkan untuk mencari dan menangkap perampok di beberapa tempat seperti Waykanan, Lampung Barat, dan Lampung Tengah.
’’Saya langsung perintahkan pejabat utama ikut terjun ke lapangan menangkap pelakunya,” kata Suroso sebagaimana dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group), Sabtu (20/10).
Para pejabat utama ada sekitar 40 personel yang ikut diterjunkan untuk menangkap perampok. Mereka terdiri dari tim jatanras, resmob, intelkam, termasuk brimob. ’’Mereka sedang siap-siap berangkat. Wakapolda tengah memberikan arahan ke mereka sebelum berangkat,” katanya.
Hingga saat ini, sambung Suroso, perampok masih berkeliaran dan belum ditangkap. Namun, ia mengaku sudah mengantongi nama-nama perampok yang akan dikejar dan ditangkap. ’’Ya identitasnya sudah diketahui, sekarang masih upaya pengejaran,” ucapnya.
Suroso juga menyatakan sudah memerintahkan anggotanya untuk menembak di tempat perampok yang melawan saat akan ditangkap. ’’Tetapi tetap harus sesuai SOP. Perampok yang kita kejar ini berani menembak polisi. Makanya kita membawa senjata lengkap jika sewaktu-waktu ada perlawanan dari mereka,” pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
