Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 September 2017 | 23.06 WIB

Salut! Begini Pengorbanan Nenek Manih Bisa Dinikahi Pemuda 27 Tahun

Pernikahan beda usia antara Ade Irawan (27) dan Manih (67) - Image

Pernikahan beda usia antara Ade Irawan (27) dan Manih (67)

JawaPos.com - Pernikahan beda usia antara Ade Irawan (27) dan Manih (67) warga Kampung Cipicung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Jumat (22/9), lalu masih menjadi perbncangan banyak orang. Namun, kedua pasutri beda usia 40 tahun itu tak ambil pusing. Mereka mengaku saling mencintai.


Meski belum lama saling kenal, komitmen menikah akhirnya terlaksana tanpa kendala. "Kami seminggu saling kenal, langsung nikah. Istri saya sudah nyatakan cinta lebih dulu dan kebetulan saya juga cinta," ucap Ade saat ditemui Radar Bogor (Jawa Pos Group) di kediamannya, kemarin.


Meski selisih umur 40 tahun, Ade yang bekerja sebagai tukang bangunan ini mengaku tak sedikit pun merasa malu. Sebab, cinta yang dibangun sejak satu minggu itu telah memantapkan dirinya lebih serius menjalin kasih dengan Manih.
"Cinta saya tulus. Makanya saya tidak pedulikan omongan orang. Meski istri saya tidak mungkin bisa melahirkan," terangnya.


Meski harus tinggal di rumah gubuk sederhana dan keluarga barunya ini tidak akan dilengkapi anak, Ade mengaku pasrah menjalani hidup dengan bahagia bersama Manih. Hal itu dianggapnya sebagai pengorbanan cinta. Begitu juga Manih, yang mengaku cinta mati kepada Ade.


Niat Manih menikah dengan pemuda jauh lebi muda itu sempat jadi buah bibir keluarganya. Namun, Manih tetap bulatkan tekat melanggengkan niatannya menikah. "Saudara banyak yang tanya, saya jelasin, Alhamdulillah setuju," akunya.


Secara materil Manih juga berkorban banyak untuk pernihakahannya dengan Ade. Sebab, sang suami tidak memiliki kemampuan finansial. Salah seorang saudara Manih, Ijo (44) mengatakan, Manih mengambil uang hasil penjualan tanah Rp 20 juta untuk pernikahannya.


"Dia (Manih) pakai Rp 20 juta. Rp 3 juta untuk gigi palsu, sisanya nyewa panggung, tenda, dan biaya administrasi akad nikah," tukasnya. Dia menerangkan, Manih memiliki uang dari hasil jual tanah pada 2015 senilai Rp 200 juta.


Uang itu dititipkan kepada kakaknya, Ohin (69). Setelah pernihakan, kini sisa uang yang digunakan untuk menutupi kebutuhan hariannya. "Semua uang dikakaknya (Manih, red) sudah diambil semua," terangnya.


Meski keluarga dekat Manih meragukan niatannya menikah, kata Ijo, pada akhirnya keluarga merestui hubungan Manih dengan Ade. Sebab, Manih dianggap mampu secara finansial menikah dan butuh pendamping hidup setelah dua tahun lamanya ditinggal sang suamin Minan, yang meninggal karena sakit jantung.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore