
Pernikahan beda usia antara Ade Irawan (27) dan Manih (67)
JawaPos.com - Pernikahan beda usia antara Ade Irawan (27) dan Manih (67) warga Kampung Cipicung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Jumat (22/9), lalu masih menjadi perbncangan banyak orang. Namun, kedua pasutri beda usia 40 tahun itu tak ambil pusing. Mereka mengaku saling mencintai.
Meski belum lama saling kenal, komitmen menikah akhirnya terlaksana tanpa kendala. "Kami seminggu saling kenal, langsung nikah. Istri saya sudah nyatakan cinta lebih dulu dan kebetulan saya juga cinta," ucap Ade saat ditemui Radar Bogor (Jawa Pos Group) di kediamannya, kemarin.
Meski selisih umur 40 tahun, Ade yang bekerja sebagai tukang bangunan ini mengaku tak sedikit pun merasa malu. Sebab, cinta yang dibangun sejak satu minggu itu telah memantapkan dirinya lebih serius menjalin kasih dengan Manih.
"Cinta saya tulus. Makanya saya tidak pedulikan omongan orang. Meski istri saya tidak mungkin bisa melahirkan," terangnya.
Meski harus tinggal di rumah gubuk sederhana dan keluarga barunya ini tidak akan dilengkapi anak, Ade mengaku pasrah menjalani hidup dengan bahagia bersama Manih. Hal itu dianggapnya sebagai pengorbanan cinta. Begitu juga Manih, yang mengaku cinta mati kepada Ade.
Niat Manih menikah dengan pemuda jauh lebi muda itu sempat jadi buah bibir keluarganya. Namun, Manih tetap bulatkan tekat melanggengkan niatannya menikah. "Saudara banyak yang tanya, saya jelasin, Alhamdulillah setuju," akunya.
Secara materil Manih juga berkorban banyak untuk pernihakahannya dengan Ade. Sebab, sang suami tidak memiliki kemampuan finansial. Salah seorang saudara Manih, Ijo (44) mengatakan, Manih mengambil uang hasil penjualan tanah Rp 20 juta untuk pernikahannya.
"Dia (Manih) pakai Rp 20 juta. Rp 3 juta untuk gigi palsu, sisanya nyewa panggung, tenda, dan biaya administrasi akad nikah," tukasnya. Dia menerangkan, Manih memiliki uang dari hasil jual tanah pada 2015 senilai Rp 200 juta.
Uang itu dititipkan kepada kakaknya, Ohin (69). Setelah pernihakan, kini sisa uang yang digunakan untuk menutupi kebutuhan hariannya. "Semua uang dikakaknya (Manih, red) sudah diambil semua," terangnya.
Meski keluarga dekat Manih meragukan niatannya menikah, kata Ijo, pada akhirnya keluarga merestui hubungan Manih dengan Ade. Sebab, Manih dianggap mampu secara finansial menikah dan butuh pendamping hidup setelah dua tahun lamanya ditinggal sang suamin Minan, yang meninggal karena sakit jantung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
