Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Agustus 2017 | 00.00 WIB

Kaltim Waspada Badai, Nih Penyebabnya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Cuaca Kota Balikpapan diselimuti hujan dalam beberapa hari ini. Meski hanya dengan intensitas ringan, hujan terus terjadi setidaknya selama lima hari terakhir. Padahal, Balikpapan dan sekitarnya sudah memasuki musim kemarau. Terhitung sejak awal Agustus lalu. Ada apa gerangan?


Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Balikpapan, Mulyono Leo Nardo mengungkapkan, secara global cuaca ini merupakan pengaruh dari siklon tropis. Hal itu menyebabkan pembentukan belokan angin di wilayah Kaltim. Ia menjelaskan, siklon tropis adalah badai dengan kecepatan angin lebih dari 63 kilometer (km) per jam, serta radius rata-rata 150 hingga 200 km.


Siklon tropis juga terbentuk di atas lautan dengan suhu air laut hangat lebih dari 26,5 derajat celsius. Mulai dari awal proses hingga hilangnya siklon tropis di Samudra Pasifik menyebabkan pembentukan area tekanan tinggi dan rendah di wilayah Laut Tiongkok Selatan. Sehingga mengakibatkan angin dari wilayah Kaltim menuju area tersebut.


“Selain itu, keadaan cuaca Balikpapan akibat dari punahnya siklon tropis di atas Pulau Kalimantan. Dampak dari ini menyebabkan cuaca kota terus mengalami hujan beberapa hari terutama saat pagi hari,” tuturnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).


Sedangkan secara lokal, ucap dia, hujan terjadi akibat belokan angin. Lalu menguatkan angin laut, yaitu angin dari laut menuju wilayah Balikpapan pada pagi hari. Mulyono menuturkan, sesungguhnya Balikpapan memasuki musim kemarau. Tetapi, memang masih berpeluang terjadi hujan.


“Lebih sering dikenal dengan kemarau basah. Hampir di seluruh Indonesia termasuk Kalimantan mengenal musim ini. Tak ada batasan musim kemarau dan hujan karena Balikpapan selalu mengalami hujan sepanjang tahun,” katanya. Hal itu terbukti dari data grafik normal curah hujan. Curah hujan terendah di Balikpapan justru terjadi sekitar September dan Oktober. Itu pun dengan perkiraan curah hujan sekitar 174 milimeter. Termasuk saat memasuki El Nino yang seharusnya tidak ada hujan sama sekali.


Kenyataannya El Nino tergolong masih rendah dan Balikpapan tetap dapat mengalami hujan.


“Untuk hujan hari ini (kemarin) terjadi dari pagi hingga siang hari termasuk sedang dengan intensitas 20,9 milimeter. Kemungkinan hujan akan terus terjadi hingga dua atau tiga hari ke depan dengan potensi ringan hingga sedang di daerah Balikpapan,” imbuhnya.


Berdasarkan prakiraan cuaca harian untuk Selasa (15/8) hingga Rabu (16/8) mendatang, Balikpapan akan hujan ringan di pagi hari, berawan tebal siang hari, berawan malam hari, dan cerah berawan pada dini hari. Kemudian, suhu rata-rata berkisar 24-28 derajat celsius dan kelembapan sekitar 80-90 persen.


Serta kecepatan angin wilayah Kaltim sebesar 10 knot atau sekitar 10 kilometer per jam dengan ketinggian 3000 feet (kaki).


“Kecepatan angin sangat berpengaruh terhadap tinggi gelombang, semakin kencang angin maka potensi gelombang tinggi besar. Saat ini, gelombang laut berkisar antara 0,5 sampai 1,5 meter tergolong aman tapi sebaiknya mulai berhati-hati,” ungkapnya. Sementara itu untuk perairan Balikpapan, prakiraan cuaca Senin (14/8) lalu, yakni terjadi hujan badai. Angin dari selatan – barat daya sebesar 3 hingga 20 knots. Lalu gelombang 0,2 – 1,25 meter.


Kemudian, visibility (jarak pandang) sebesar 9 km, suhu udara minimum 25 derajat celsius dan maksimum 28 derajat celsius. Terakhir, kelembapan minimum 82 persen dan maksimum 94 persen.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore