
Ilustrasi
JawaPos.com - Pemerintah Kota Pontianak berencana mengganti program beras sejahtera atau biasa disebut beras miskin (raskin) dengan uang tunai. Wali Kota Pontianak Sutarmidji menilai bahw hal tersebut justru lebih baik.
Pemberian uang tunai, menurutnya, dapat meningkatkan pendapatan penduduk miskin Pontianak, tapi dengan catatan uang tersebut dapat dipergunakan untuk kepentingan utama.
"Sebenarnya mau diganti uang tunai atau tetap memberikan beras sama saja. Pasti ada plus minusnya. Tapi, kalau saya lebih cenderung uang tunai saja," terangnya, Rabu (9/8), dikutip dari Pontianak Pos (Jawa Pos Group).
Dijelaskan, jika melihat angka kemiskinan dari pendapatan perkapita perbulan Rp360 ribu, artinya dengan bantuan uang tunai pengganti beras jelas bisa meningkatkan pendapatan mereka.
Tapi yang dikhawatirkan, apakah dengan pergantian menjadi uang tunai, masyarakat miskin dapat menggunakan uang tersebut untuk membeli beras. Karena dalam bentuk uang masyarakat ke depan harus pandai-pandai mengelola uang tersebut untuk kepentingan utama.
Apalagi, penentuan harga eceran beras tertinggi dari beras medium belum dilakukan pemerintah. Untuk pemantauan baru dilakukan pada harga terendah. Ia menyadari persoalan ini ke depan akan jadi masalah karena bisa membuat daya beli turun. "Yang seharusnya mereka bisa dapat seharga beras sejahtera tapi nyatanya mereka beli beras lebih mahal didapatkan," katanya.
Kalau jenis beras sejahtera di Pontianak kualitasnya bagus. Sejauh ini, dirinyapun belum pernah mendengar keluhan masyarakat terkait buruknya kualitas beras.
Jumlah penerima beras sejahtera kategori masyarakat miskin, di Pontianak kurang lebih 29 ribu jiwa. Soal data ini, didapat dari statistik. Tak tinggal diam, dalam pendataan pihaknya sudah usulkan ke statistik apabila melakukan pendataan pemkot dilibatkan. Menurutnya Itu perlu dilakukan untuk mencegah kejadian masyarakat miskin tak kebagian jatah beras.
Makanya data perlu up date. Jikapun ada data yang dikeluarkan harus disurati. Apa alasan untuk mengeluarkan masyarakat yang sebelumnya dapat jatah beras sejahtera jadi tidak dapat. Kesemua harus tepat. Seperti janda pensiunan justru dapat beras sejahtera. Inikan tak boleh. "Makanya perbaikan data ini penting dalam membuat satu kebijakan," tutupnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
