
Ilustrasi
JawaPos.com – Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) Kabupaten Cianjur mengingatkan bahaya narkoba yang sangat dahsyat. Jika tidak bisa diberantas, narkoba bisa menjadikan orang alami gangguan kejiwaan.
Penasehat KSJ Nurhamid mengatakan, narkoba merupakan zat yang dapat memompa dofamin. Sementara gangguan kejiwaan atau orang dengan gangguan kejiwaan mengalami kelebihan dofamin atau cairan dalam otak.
“Yang dofamin itu jika biasanya normal di angka lima, yang alami gangguan kejiwaan bisa di angka 7. Kalau yang sehat dan pakai narkoba dengan memompa dofamin, sudah dipastikan bisa alami gangguan kejiwaan,” ucapnya kepada Radar Cianjur (Jawa Pos Group).
ia menjelaskan, orang yang menggunakan narkoba dinilai mejemput diri untuk menjadi orang gila. “Bisa dibilang begitu, menjemput gangguan jiwa untuk diri sendiri, dengan memacu dofamin,” imbuhnya.
Setiap orang bisa berbeda waktu dari menjadi pengguna hingga mengalami gangguan jiwa. Hal itu tergantung dari jumlah narkoba yang dikonsumsi, jenis yang dikonsumsi, dan kerentanan diri terhadap narkoba.
“Variatif untuk waktunya, ada yang sekali konsumsi jadi gangguan jiwa, ada juga yang butuh waktu sekian lama baru ada efeknya,” jelasnya.
Sementara itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur bakal melakukan pencegahan dan pemberdayaan untuk menekan peredaran barang haram tersebut.
Kepala BNNK Cianjur, Basuki mengatakan, sanksi hukum yang berat selama ini masih belum efektif mencegah penyebaran narkoba, tidak terkecuali di Cianjur yang dikenal sebagai kota santri.
“Makanya kami tidak mengutamakan pemberantasan, tapi pemberdayaan,” ujarnya.
Menurutnya, pemuda, tokoh, dan pemuka agama diberi pemahaman bahaya narkoba dan mencegah peredaranya.
“Tahapannya informasi ini disampaikan ke tingkat RT,RW, Desa, dan Kecamatan. Ketika pemerintah di tingkatan itu bersih, maka warganya bakal bersih,” imbuhnya.
Basuki menuturkan, warga juga harus mengetahui berbagai jenis narkoba,apalagi belakang diketahui ada 50 sampai 60 jenis narkoba baru. Bahkan beberapa di antaranya sulit untuk terdeteksi dalam pemeriksaan urin.
“Ada banyak jenis baru, tentunya efek dari narkoba itu semakin membahayakan. Perlu ada informasi yang disampaikan secara berkesinambungan agar bisa dicegah oleh warga. Kerjasama dengan seluruh instansi juga harus dilakukan,” jelasnya.
Bagi pengguna yang merupakan korban, lanjut dia, dihimbau untuk segera direhabilitasi dengan melapor pada BNNK. Setiap tahapan rehabilitasi pun diyakini mampu membersihkan penyalahguna dari hal tersebut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
