Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Agustus 2017 | 19.30 WIB

Perbatasan Kalbar Sangat Strategis, Berpotensi Jadi Eksportir Pangan

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya memukul gong tanda dibukanya Rakor Upsus Kalbar di Hotel Golden Tulip belum lama ini. - Image

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya memukul gong tanda dibukanya Rakor Upsus Kalbar di Hotel Golden Tulip belum lama ini.

JawaPos.com - Wilayah kabupaten seKalimantan Barat (Kalbar) yang berbatasan langsung dengan Malaysia berpotensi sebagai eksportir komoditas pangan. Sementara kabupaten/kota yang tidak berbatasan langsung dengan Malaysia dapat menjadi penyanggah untuk mendukung pengembangan ekonomi di sektor pertanian.


“Dengan kata lain, kabupaten/kota lain dapat juga menjadi eksportir komoditi pangan,” kata Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya saat mebuka Rakor UPSUS Kalbar (2/8) di Hotel Golden Tulip Pontianak belum lama ini seperti dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).


Untuk menggerakan potensi ekonomi yang ada wajib bagi kepala daerah untuk mengenal secara detail potensi pertanian di wilayah masing-masing. Supaya dapat merencanakan pengembangan lebih lanjut. “Perbatasan merupakan kawasan strategis nasional. Oleh karena itu, kawasan tersebut perlu dijaga tidak hanya keamanannya, melainkan dalam segala aspek,” ujarnya.


Melalui nawacitanya, Presiden Joko Widodo telah memprioritaskan pembangunan di kawasan perbatasan. Pembangunan tersebut harus mampu memberikan dampak kesejahteraan masyarakat. Ini merupakan komitmen, negara untuk hadir di tengah-tengah masyarakat perbatasan.


“Seiring dengan hal tersebut, kita wajib bersyukur dapat menikmati potensi lahan yang ada dan kehidupan yang damai di Kalbar. Mari kita membangun provinsi ini dengan kebersamaan, memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada dengan tetap menjaga kelestariannya,” imbuhnya.


Christiandy menjelaskan gambaran umum potensi luas lahan baku pertanian tanaman pangan di Kalbar. Untuk lebih memberdayakan ekonomi masyarakat di pedesaan dukungan Kelembagaan Ekonomi Pertanian (KEP) seperti KUD, Gapoktan, UPJA dan lain-lain perlu dioptimal.


“Kelembagaan petani dan kelembagaan penyuluhan, juga berperan penting dalam pemberdayaan sumber daya manusia daerah khususnya daerah perbatasan,” pungkasnya.


Menurutnya, semua kelembagaan tersebut harus berperan aktif untuk mendampingi, membina kelompok tani dan masyarakat guna mendukung percepatan pembangunan ekonomi pertanian. Penyuluhan pertanian berperan strategis sebagai agen perubahan dan ujung tombak untuk mempercepat pembangunan pertanian sekaligus pembangunan ekonomi masyarakat khususnya di perbatasan.


“Dengan kelembagaan petani ini lah petani dapat secara bersama menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di tingkat petani,” tukasnya.


Melalui kelembagaan ini pula mereka secara bersama-sama menyatukan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui program-program yang telah mereka sepakati. “Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras maka yakinlah tujuan tersebut akan tercapai,” harap Wagub.


Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalbar Heronimus Hero memaparkan, kini Kalbar bisa menghasilkan 1,8 juta ton per tahun Gabah Kering Giling (GKG). "Jika dikaitkan dengan upaya Luas Tambah Tanam (LTT) angka tersebut masih belum optimal," katanya.


Kepala dinas yang baru dilantik lima hari lalu ini menuturkan, luasan tanaman padi di Kalbar pada awal Juli 2017 berjumlah 13 ribu hektare. Dengan adanya program LTT pada Juli, pihaknya bisa mendongkrak luas tanam menjadi 21 ribu hektare. "Target kita diakhir Juli 29 ribu hektare, kami memang sengaja menargetkan luas tanam lebih tinggi, agar semangatnya juga tinggi," lugasnya.


Pihaknya masih mempunyai waktu dua bulan (Agustus-September) ke depan untuk mendongkrak luas tanam tersebut. "Setiap daerah di Kalbar harus bersama-sama dan mempunyai tanggung jawab bersama untuk menyukseskan program Kementerian Pertanian guna bisa swasembada pangan," harap Heronimus.


Sedangkan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI Momon Rusmono yang turut hadir pada kegiatan Rakor Upsus itu menegaskan, agar setiap kabupaten/kota yang ada di Kalbar menggenjot LTT serta produksi padi dan jagung yang telah ditargetkan sebelumnya.


"LTT harus lebih tinggi jika dibandingkan dari target LTT tahun sebelumnya. Itu indikator agar rapot masing-masing kabupaten/kota tidak merah," katanya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore