
Ilustrasi
JawaPos.com - Jumlah calon pemilih yang terancam tidak dapat menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada 2018 ternyata masih cukup banyak. Salah satunya terjadi di Pilkada Tanggamus.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanggamus menyatakan, sebanyak 85.339 masyarakat wajib KTP belum melakukan perekaman data KTP elektronik (E-KTP).
Kepemilikan e-KTP atau masyarakat yang sudah melakukan perekaman data sendiri memang saat ini sangat penting, sebab beberapa keperluan administratif seperti berangkat haji, umroh, pembuatan paspor, buat rekening di bank hingga untuk menyalurkan hak pilih dalam pilkada.
Kepala Bidang Kependudukan Riza Husna mendampingi Kepala Disdukcapil Tanggamus Syarif Husin mengatakan, ada banyak kendala yang dihadapi sehingga masih banyak warga yang belum melakukan perekaman data.
Masalah itu mulai dari alat perekaman rusak, hilang bahkan server mengalami gangguan.
“Ada beberapa kecamatan yang tidak bisa sama sekali melakukan perekaman data. Karena kerusakan alat dan setiap kecamatan berbeda-beda kerusakan alatnya. Belum lagi di kecamatan Kotaagung Timur yang alat perekaman data hilang dibawa pencuri,” kata dia seperti dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group), Selasa (1/8).
Adapun rincian alat perekaman data yang mengalami kerusakan, lanjut dia yakni tujuh server komputer, tiga kamera SLR, 19 unit PC Client, satu alat sidik jari dan satu alat rekam retina mata.
”Kerusakan alat ini sudah kita laporkan ke pusat dan juga pemprov. Alatnya juga saat ini berada di pemprov untuk dilakukan perbaikan oleh teknisi dari Jakarta,” ungkapnya.
Untuk menyiasati alat yang rusak itu, pihak Disdukcapil kemudian menerapkan perekaman mobile. Yakni dengan membawa peralatan rekam data ke pekon yang penduduknya belum banyak melakukan perekaman data.
”Kami tidak menyerah. Dengan budget pas-pasan melalukan perekaman mobile di kecamatan yang banyak warganya belum rekam. Bermodal mobil pinjam dari dinas pariwisata di dua kecamatan dilakukan perekaman mobile yakni Kelumbayan dan Kelumbayan Barat. Hasilnya, lumayan bagus. Di Kelumbayan, perekaman sudah seribuan lebih dan Kelumbayan Barat baru 400-an perekaman,” jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
