Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2017 | 01.06 WIB

Pak Tani Kalah, Tubuhnya Diseret Buaya hingga Tewas

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Sarifuddin (40) tewas di muara Sungai Lempake, Selasa (18/7). Warga Kampung Biatan Lempake, Kecamatan Biatan, itu meregang nyawa setelah diterkam buaya saat asyik mandi di sungai tersebut sekitar pukul 19.00 Wita.


Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid menegaskan, pihaknya mendapatkan laporan adanya insiden warga diterkam buaya dan dinyatakan hilang di muara Sungai Lempake. “Setelah mendapatkan laporan tersebut, kami bergegas untuk melakukan pencarian dibantu warga setempat. Tapi pencarian pertama tak membuahkan hasil dan dilakukan pencarian esok paginya,” jelas Faisal saat dikonfirmasi kemarin (19/7), sebagaimana dikutip dari prokal.co (Jawa Pos Group).


Setelah melakukan pencarian selama 15 jam, pada pukul 09.00 Wita, Rabu (19/7), korban yang kesehariannya bekerja sebagai petani, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan tubuh penuh luka sayatan. Diduga luka-luka di tubuh korban merupakan bekas gigitan buaya ganas tersebut.


“Kondisi tubuh korban masih utuh, hanya terdapat luka sobek akibat terkaman buaya. Sementara jarak antara TKP dan ditemukannya korban juga tak jauh,” tuturnya.


Yang sedikit mengherankan, tubuh korban yang ditemukan, justru seperti dibawa sendiri oleh buaya pemangsanya. Melihat buaya yang membawa korban, polisi beserta warga berusaha mengusik predator tersebut agar melepaskan tubuh korban. “Setelah terlepas, kami langsung mengevakuasi,” jelasnya.


Akibat insiden itu, Faisal meminta warga setempat untuk waspada dalam beraktivitas di area sungai. Tak hanya itu, dirinya meminta pemerintah kampung untuk memasang tanda larangan dan pemberitahuan adanya buaya, agar warga lebih waspada.


“Karena kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa waktu lalu insiden ini juga pernah terjadi dan menewaskan warga,” katanya.


Selama proses pencarian, warga kampung setempat mengaitkannya dengan hal-hal mistis. Sebab, saat korban ditemukan kemarin, mayat Sarifuddin digiring oleh tiga buaya. Namun, hanya seekor buaya berukuran sekitar tiga meter yang membawanya ke pinggir sungai lalu melepaskannya.


"Percaya enggak percaya, tapi kenyataan saya dan warga lainnya juga melihat dengan mata sendiri. Itu benar-benar terjadi," ungkap Gunawan (35), warga setempat yang menyaksikan evakuasi korban, Rabu (19/7).


Dikatakannya, ketika pencarian tak membuahkan hasil, dirinya mendengar ada pawang buaya yang didatangkan dari Kecamatan Sambaliung untuk membantu pencarian korban.


"Betul tidaknya hal mustahil itu dilakukan oleh seorang manusia (pawang), tergantung persepsi masing-masing. Karena ada yang menganggap itu betul dan ada yang tidak. Tapi kejadian itu memang terjadi," terangnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore