
Ilustrasi
JawaPos.com - Diot (36), warga Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, ditemukan tidak bernyawa di dalam pondoknya, Sabtu (15/7) lalu, sekira pukul 14.00. Penjaga sarang burung walet (SBW) di daerah Gua Wong, Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Bulungan, itu diduga merupakan korban pembunuhan.
Polsek Peso menerima laporan dari Edong (37), atas penemuan mayat tersebut. Kronologis penemuan mayat, dua rekan korban Junaedi alias Dudu (35) dan Daskali Yakub (27) pada Jumat (14/7) lalu, sekira pukul 10.00, meninggalkan pos tepian Busang Tingang menuju Gua Wong untuk mencari rekan lainnya, Uce. Untuk mencapai tujuan ke Gua Wong dari pos tepian Busang Tingang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 6 jam.
Sekitar pukul 15.30, kedua rekan korban tiba di pondok milik Diot. Keduanya pun memutuskan untuk memanggil korban dan menggedor-gedor pintu rumah. Akan tetapi, dari dalam pondok tidak mendapat jawaban. Karena penasaran tidak ada jawaban, keduanya pun coba melihat kondisi di dalam pondok melalui sela dinding.
Alhasil, keduanya terkejut melihat korban terbaring di dapur dan mengeluarkan darah dari hidung dan telinga. Namun, keduanya tidak berani untuk memaksa masuk. Pada akhirnya, keduanya kembali ke pos tepian Busang Tingang untuk melaporkan peristiwa yang baru menimpa rekannya.
Kapolsek Peso Iptu Aliansyah mengatakan, keduanya melaporkan kejadian kepada ketua rombongan atas nama Edong. Selanjutnya, kejadian itu pun dilaporkan ke Polsek Peso.
Mendapat laporan tersebut, keesokan harinya, Minggu (16/7), personel Polsek Peso berangkat ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Untuk bisa sampai ke lokasi dibutuhkan waktu 12 jam perjalanan,” sebut Aliansyah saat dikonfirmasi, Rabu (19/7), dikutp dari Berau Post (Jawa Pos Group).
Setibanya di TKP, ternyata pondok korban terkunci dari luar. Setelah memaksa masuk, langsung dilakukan olah TKP. Kondisi korban terdapat tiga luka di kepala karena hantaman benda tumpul. Di TKP, lanjut dia, tidak ditemukan barang bukti atas pembunuhan yang terjadi.
Namun, ada beberapa barang milik korban yang hilang diduga dibawa pelaku. “Korban mempunyai senjata penabur, tas pinggang, parang, sepatu dan kaos kaki. Semua barang milik korban itu hilang,” sebutnya.
Setelah selesai olah TKP, jenazah pun dibawa ke Puskesmas Long Bia untuk dilakukan visum. Rekan-rekan korban berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk proses pemakaman.
Setelah adanya kesepakatan, jenazah akhirnya dikebumikan di Long Bia, Peso. Korban dikebumikan pada Rabu (19/7), sekira pukul 11.00. Sementara dua rekan korban yang pertama kali melihat jenazah, jadi saksi untuk dimintai keterangan.
“Dua saksi sudah kami periksa untuk dimintai keterangan dan masih ada dua saksi lainnya. Kasus ini sudah ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan,” ungkapnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
