
Ir Iriyanto MSc (53) sedang mengambil telur puyuh di peternakan Binalakami miliknya di Jalan Garuda Sakti - Jalan Sepakat, Panam, Pekanbaru.
JawaPos.com - Dalam menjalani usaha peternakan telur puyuh, Irianto memberikan pelatihan kepada 60 peserta. Pelatihan peternakan itu diberikan secara gratis. Mereka diberikan tempat tinggal dan makan secara gratis. Tugas peserta itu selain belajar ilmu peternakan burung puyuh juga memunguti telur puyuh setiap pagi.
Anto--begitu dia disapa menjelaskan, ternak puyuh sangatlah menjanjikan. Burung itu selain telurnya bisa juga untuk pedaging. Untuk indukan puyuh yang sudah tidak produktif lagi setelah 1 tahun 8 bulan. Atau sebagai petelur setelah puyuh berusia sekitar 45 hari.
Di peternakan itu, Anto punya beberapa mesin penetas yang dibuatnya sendiri. Dari peternakan ini, Anto setiap bulan bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 10 juta. Namun dirinya kewalahan karena ketiadaan karyawan.
Anto mengeluhkan etos kerja anak muda saat ini yang kurang mau bekerja keras dan memilih berusaha di bidang yang berkotor-kotor. Padahal modalnya kecil dan menjanjikan pendapatan yang lumayan besar.
Sejauh ini Anto telah melatih sekitar 60 orang yang sebagian akhir meneruskan usaha di bidang ini. Untuk membantu dirinya bekerja, dirinya mempersilahkan mahasiswa untuk ngekos cuma-cuma sambil belajar beternak di rumahnya.
Makan dan tempat tinggal ditanggung. Mahasiswa hanya perlu membantunya memunguti telur puyuh pada pagi dan sore hari yang mencapai 3.000 butir produki perhari itu.
Bicara soal pakan, menurutnya pakan ternak di Pekanbaru lebih mahal dibandingkan daerah lain seperti Sumatera Barat. Makanya permintaan telur puyuh di Riau, khususnya Pekanbaru dibantu pasokan dari sana. Akan tetapi, telur puyuh produksi lokal Pekanbaru seperti miliknya memiliki kelebihan. Kualitasnya lebih bagus, karena singkatnya jarak edar.
"Telur burung puyuh itu hanya bertahan sekitar 15 hari. 20 hari kalau dimaksukkan ke kulkas. Kelebihan produksi lokal adalah jalur distribusi lebih pendek. Makanya pembeli lebih senang telur puyuh lokal. Maka usaha ini sangat menguntung. Tinggal sekarang ada yang mau bekerja keras atau tidak," terangnya. (***/iil/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
