
Riana (kiri) mengendong dan memberikan susu kepada bayinya Reynard Hisaj korban penculikan saat ekpos di Mapolresta Barelang, Jumat (30/6).
JawaPos.com - Riana, ibu dari Reynard Hisaj, bayi berusia 15 hari yang jadi korban penculikan menyebut, sebelum terjadinya penculikan dirinya sering berkomunikasi dengan Intania alias Inke (25).
Sebelum Ike menculik bayinya di indekos Perumahan Hang Kestury Blok E nomor 5, Batamkota, Kamis (29/6) lalu, Riana sempat berencana akan memberikan Inke.
"Iya, tapi saat itu ada masalah dengan suami saya. Tapi setelah itu kami baikan lagi, saat dia (Inke,red) datang ke kosan. Saya tak berniat lagi kasih bayinya," ungkap Riana seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (1/7).
Setelah kejadian penculikan itu, Riana langsung berkoordinasi dengan ibu kosnya dan sekuriti perumahan Hang Kesturi. Lalu melaporkan kasus ini ke Polsek Batam Kota.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian mengatakan, pihaknya masih mendalami kejadian ini. Terkait apakah Riana mau menjual bayi tersebut lagi atau memang untuk diadopsi.
Dikatakan Sam, dari pengakuan Inke, dia berniat hanya mengadopsi. "Pengakuannya seperti itu, nanti akan dikembangkan lagi," ujarnya.
Dijelaskannya, kronologis penangkapan ini bermula dari penyelidikan petugas terhadap CCTV KFC Botania. Dari rekaman CCTV itu, wajah Inke terekam dan langsung dilakukan pengembangan.
"Pelaku mendatangi rumah korban dengan membawa dua kotak KFC dan plastik yang bertuliskan Robinson. Wajah pelaku terekam dan kita konfirmasi sama ibu korban, memang benar itu pelakunya," ujar Sam.
Mendapati wajah pelaku, selanjutnya penyidik melacak keberadaan pelaku dan diketahui pelaku pada saat itu sedang berada di kawasan Baloi. Namun, di Baloi, pelaku sudah tidak berada di lokasi.
"Kita sambil melakukan phreaking, posisi terakhir dia mematikan handphonenya di Baloi. Sehingga kami tunggu handphone pelaku hidup kembali," ujarnya.
Sembari menunggu ponsel pelaku aktif, polisi menyisir di kawasan Batamcenter dan mendapat informasi bahwa ada seorang wanita di Rusun BP Kabil yang membawa anak kecil, sesuai dengan ciri-ciri yang dicari. "Dari situ, kemudian pelaku ditangkap pada pukul 17.00 WIB di rumahnya yang berada di Rusun BP Kabil blok J nomor 12, Nongsa. Selanjutnya, pelaku bersama dengan Bayi kita bawa ke Polsek Batamkota" tuturnya.
Jenderal berbintang dua ini menambahkan, selanjutnya penyidik akan melakukan penyelidikan lebih mendalam. Sebab, penyidik ingin mengatahui, apakah bayi itu akan diperdagangkan kembali atau pelaku hanya berniat untuk mendadopsinya. "Pengakuannya dia sempat mengalami keguguran sehingga ingin mendadopsi anak. Penyidik selanjutnya kan mengecek pengakuannya itu," tandas Sam. (cr1/ska/iil/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
