
Ilustrasi
JawaPos.com - Keberadaan pelaku kejahatan seperti aksi begal hampir merata di setiap daerah. Di Kota Batam juga demikian. Namun di kota ini pelaku terdiri dari para kumpulan remaja bersepeda motor.
Mereka beraksi merampas barang milik korban. Kendati tidak melukai, namun korban merasa sangat terancam dibuatnya. Hal itu membuat ketenangan umat muslim yang merayakan Idul Fitri pada Minggu (25/6) jadi terusik.
Contohnya sebagaimana yang dialami Warga di perumahan PJB hingga ke Sagulung Baru (Saguba). Warga setempat mengaku banyak yang jadi korban begal selama Lebaran kemarin.
Para pelaku yang mengendarai sepeda motor secara berkelompok memalak siapa saja yang melewati jalan di Seibinti ataupun jalan masuk pemukiman warga. Meskipun tak melukai para korban, namun aksi kelompok remaja bersepeda motor tersebut meresahkan sebab mereka juga merampas barang berharga para korban.
"Sejak malam takbiran itu, jalanan ini tak nyaman. Mereka (remaja bersepeda motor) berkeliaran sampai pagi. Bawa-bawa broti gitu," ujar Junaidi, warga Saguba, seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Kamis (29/6).
Dua pemuda warga Saguba disebutkan menjadi korban keganasan kelompok remaja tersebut. Kedua korban yang baru pulang selamatan ke rumah kerabat mereka dipalak oleh remaja bersepeda motor yang tak jauh dari simpang Fanindo, Minggu (25/6) malam sekitar pukul 23.00 WIB. "Dompet dan hape dua pemuda itu diambil kelompok anak-anak itu. Padahal belum terlalu larut," kata Junaidi.
Senada disampaikan Afriansyah, warga di perumahana PJB, aksi brutal kelompok remaja bersepeda motor tersebut benar-benar mengganggu ketenangan warga untuk merayakan hari raya Idul Fitri.
Warga harus ekstra hati-hati jika ingin keluar rumah di malam hari. Itu karena pada malam Takbiran ada warga di tempat tinggalnya yang kena begal oleh kelompok remeja bersepeda motor tersebut. "Karena sudah ada yang kena (begal) makanya jadi tak tenang kami. Mau selamatan ke rumah keluarga jadi takut apalagi kalau keluar malam," kata Afriansyah.
Keluhan serupa juga datang dari warga di sekitaran Dapur 12 Sagulung. Aksi bringas para remaja bersepeda motor tersebut tidak saja terjadi selama Lebaran ini. Hari-hari sebelumnya juga sudah cukup rawan dengan aksi kriminal jalanan tersebut.
"Sudah banyak korban di jalan ini. Ada yang dijambret, pemalakan sampai begal. Kalau selama Lebaran ini memang masih berkeliaran juga mereka, warga jadi tak nyaman mau keluar rumah," kata Suranto, warga Dapur 12, Sagulung.
Maraknya pelaku kriminal jalanan itu karena minimnya pengawasan dari aparat pengaman terkait. Para pelaku yang sering kali lolos melakukan aksi kejahatan merasa aman untuk melakukan aksi kejahatan berikutnya sekalipun dengan modus yang sama.
Apalagi situasi ekonomi yang sedang sulit seperti ini juga memicu munculnya pelaku-pelaku kriminal lainnya. "Patroli polisi juga belum maksimal. Makanya jadi tambah rawan sekarang," ujar Suranto.
Untuk itu warga berharap agar aparat pengamanan lebih giat lagi mengawasi ataupun menindak para pelaku kriminal yang meresahkan tersebut. (eja/iil/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
