
Ilustrasi
JawaPos.com - Empat oknum anggota Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Lampung yang diduga terlibat pemerasan menjalani penempatan khusus (patsus). Kasus tersebut ditangani bidpropam hingga lima hari ke depan.
Kapolda Lampung Irjen Sudjarno menegaskan kasus pemerasan yang melibatkan anggotanya masih diproses. ’’Terus kami proses. Keempatnya masih diperiksa di propam sampai lima hari ke depan,” kata Sudjarno sebagaimana dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group), Jumat (23/6).
Saat ini, katanya, empat oknum polisi itu, yakni YH, FJ, FI, dan YO tidak diperbolehkan bertugas. ”Kita sekarang menggunakan patsus (penempatan khusus) dengan hukuman pelanggaran disiplin. Jadi, status keempatnya masih terperiksa disebut dia.
Sebelumnya empat oknum anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung tersebut diperiksa terkait dugaan pemerasan. Mereka diamankan di wilayah Pringsewu.
Sudjarno mengungkapkan, Bidpropam masih mendalami keterlibatan keempatnya. “Apakah mereka dalam rangka tugas. Misalnya kalau benar dalam rangka tugas akan kita tanyakan surat tugasnnya. Apa benar mereka sudah sering melakukan pemerasan, itu yang masih kita dalami,” ujarnya.
Dari informasi yang diperoleh Radar Tanggamus (grup Radar Lampung), keempat oknum anggota intel itu mengendarai Nissan Grand Livina putih B 2848 SDF. Keempatnya mendatangi warung kelontong milik Daud alias Butung (50) di Pekon Pasirukir Kecamatan Pagelaran Pringsewu, Selasa (20/6) pukul 21.00 WIB.
Kepala Pekon Pasirukir Darwis Eka Laya mengatakan dari informasi yang diterimanya, salah seorang penumpang turun membeli rokok. Kemudian ada yang mengeluarkan senjata api. "Istri pemilik warung yang panik langsung berteriak maling," ungkap Darwis.
Diteriaki maling, mereka langsung tancap gas ke arah Pringsewu. Warga kemudian berinisiatif mengejar mobil tersebut hingga mobil masuk Polsek Pringsewu.
Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili menyatakan keempat anggota tersebut dibawa ke Polda Lampung. Informasi yang berkembang, lanjut dia, ada dugaan oknum polisi terlibat pemerasan dengan modus menangkap warga di Pringsewu. Penangkapan itu dengan tudingan bandar togel.
Salah seorang yang diduga menjadi korban Sutowo (45) warga pekon Lugusari, kecamatan Pagelaran. Dia dituding sebagai bandar togel. Dia pernah ditangkap oleh 2 orang tidak dikenal dirumahnya "Kejadiannya 23 November 2016 lalu," kata Sutowo. (yud/c1/ais/nas/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
