
Tim Pengawas Pangan Terpadu Karawang ketika melakukan uji lab buah anggur asal Australia.
JawaPos.com - Buah Anggur asal Australia ternyata mengandung formalin. Hal itu terungkap ketika tim pengawas Pangan Terpadu Karawang melakukan sidak di Pasar Baru Karawang, Jawa Barat.
Dalam temuan tim pengawas pangan, kadar formalin pada anggur tersebut melebihi batas indikator formalin yang dibawa oleh petugas.
Saat dilakukan uji laboratorium, ekstrak anggur tersebut berubah menjadi ungu yang diperkirakan kadar formalinnya melebihi 1,5 ppm.
“Anggur yang kita temukan ini sudah sangat parah kondisi formalinnya. Karena warna ungu ini melebihi angka indikator dalam tabel warna formalin. Kemungkinan langsung dicelupkan dan di rendam dalam proses pengawetan,” kata salah satu petugas laboratorium Tim Pengawasan Pangan Terpadu Karawang, dilansir Pasundan Ekspres (Jawa Pos Grup), Kamis (15/6).
Di tempat yang sama, Sekretaris Tim Pengawasan Pangan Terpadu Karawang, Kadarisman menjelaskan buah anggur yang ditemukan mengandung formalin tinggi tersebut berasal dari Australia.
“Menurut pedagang, ini berasal dari Australia,” ucapnya.
Selain buah anggur, sejumlah zat kimia berbahaya juga ditemukan pada sejumlah makanan pasar lainnya.
“Dari 24 sample makanan yang kita periksa kandungannya ada sebanyak 9 makanan yang mengandung boraks dan formalin,” ujarnya.
Disebutkan Kadarisman diantaranya yang mengandung formalin Ayam potong, Anggur Impor, Kolang-kaling dan Bakso. Sedangkan untuk makanan yang mengandung boraks yakni Pacar cina hitam dan pink, lalu Cincau hijau, hitam dan merah.
“Sejumlah pedagang sudah kita sosialisasikan. Dan mereka harus mendatangi berita acara, jika menjual lagi akan kita berikan sanksi atau barang-barang kita sita. Lalu kita juga akan selusur produsen yang membuat olahan makanan tersebut,” ujarnya.
Dirinya mengatakan tim Pengawasan Pangan Terpadu Karawang yang bertugas sebagai pengontrol pasokan kebutuhan pokok juga sebagai penjamin keamanan kualitas pangan.
“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk cerdas memilih makanan yang sehat saat melakukan belanja di pasar. Dan para pedagang pun harus bertanggungjawab atas barang jualannya dari harga maupun kualitas,” pungkas dia.(aef/tra/mam/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
