Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Mei 2017 | 01.57 WIB

Crosser Senior Asal Surabaya Meninggal di Area Balap Motocross

Kejurnas motocross putaran 4 yang dilaksanakan di Sirkuit Sentup pada Sabtu dan Minggu (20-21/5) - Image

Kejurnas motocross putaran 4 yang dilaksanakan di Sirkuit Sentup pada Sabtu dan Minggu (20-21/5)

JawaPos.com - Crosser senior Nuryadi (50) atau biasa disapa Mbah Noor dari Tim MNRT GAMS, Surabaya, meninggal dunia saat balap di kelas Executive A, Sabtu sore (20/5).

Pelaksana Kejurnas Motocross Putaran 4, Dwi Nurpito menyesalkan atas terjadinya tragedi tersebut. "Tanpa diduga terjadi kecelakan yang mengakibatkan Mbah Noor meninggal dunia. Almarhum meninggal setelah dibawa ke RSUD Purbalingga," katanya.

Nurpito menjelaskan kronologis meninggalnya crosser karena terjatuh setelah melewati double jump pada tikungan terakhir. Sirkuit balap memang sangat berdebu dan mengganggu pandangan para crosser.


"Almarhum terjatuh saat melompati double jump. Saat terjatuh itu motornya menimpa tubuh Mbah Noor dan langsung dilarikan ke RSUD Purbalingga," jelasnya.

Namun sekitar pukul 18.00 WIB, korban tidak dapat bertahan. "Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami patah tulang leher bagian belakang dan tulang rusuk sebelah kiri," katanya Nurpito.

Dengan adanya kejadian ini, lanjut Nurpito, panitia sudah mengurus asuransi jiwa dan mengirimkan jenazah ke Surabaya. "Meski ada insiden, kejurnas motocross tetap berjalan sesuai jadwal. Di awal acara, kami bedoa bersama untuk almarhum," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas Motocross Putaran 4 Drs Suharno mengklaim Sirkuit Sentul sudah sesuai standar. "Semua perizinan, syarat penyelenggaraan, dan standar pembangunan sirkuit sudah sesuai dengan syarat dan prosedur. Kami ikut berbela sungkawa. Kami minta maaf bila ada kekurangan dalam penyelenggaran kejurnas, dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," terangnya.

Seperti diketahui, sebanyak 250 crosser dari seluruh wilayah Indonesia mengikuti kejuaraan yang terbagi dalam 13 kelas. Terdiri dari 6 kelas kejurnas, 4 kelas supporting atau tambahan, dan 3 kelas untuk kelas grasstrack. (gal/sus/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore