
Ilustrasi
awaPos.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB kembali menggelar razia penyalahgunaan narkotika di sejumlah tempat hiburan di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat (Lobar).
Operasi yang dilaksanakan Jumat malam (12/5) hingga Sabtu dini hari (13/5), juga melibatkan instansi terkait, seperti Polda NTB, TNI, Polisi Militer dan Sat Pol PP Provinsi NTB. Tim gabungan merazia empat tempat hiburan yakni Star Cafe, New Surya, Metzo kafe dan terakhir di kafe Bahari.
Hasilnya, petugas menjaring 26 orang yanh urine-nya positif mengandung narkotika. Dengan rincian, 21 orang perempuan dan 5 orang laki-laki. Mereka yang terjaring kali ini, lagi-lagi didominasi oleh perempuan pemandu lagu atau Partner Song (PS) dan sisanya adalah pengunjung dan staf hiburan malam tersebut.
"Kita menggelar operasi gabungan, hasilnya 26 orang hasil tes urine-nya positif mengandung narkotika. Mereka kebanyakan PS yang bekerja disana. Sisanya itu pengunjung dan staf kafe di Senggigi," ujar Kabid Pemberantasan BNNP NTB AKBP Denny Priadi, kemarin.
Satu persatu pengunjung dan PS di tempat hiburan malam ini periksa oleh petugas. Selain itu, seluruhnya di dilakukan tes urine. Selain itu, petugas juga menggeledah beberapa ruangan. Di bak sampah salah satu kafe, petugas menemukan beberapa butir pil extacy. Tidak hanya itu saja. tim gabungan juga mendapatkan sisa sabu seberat 0,3 gram di bak sampah yng diperiksa.
"Ada barang bukti yang kita temu kan yaitu beberapa pil extacy dan sabu seberat 0,3 gram. Itu kita temukan di tempat sampah salah satu kafe. Mungkin dibuang begitu saja saat tahu ada tim gabungan datang," ungkapnya.
Selanjutnya, 26 orang yang positif narkotika ini kemudian diangkut menuju kantor BNNP NTB. Mereka diperiksa untuk dilakukan asassment. Hasil asasment ini nanti akan menentukan dan untuk mengetahui kondisi ketergantungan sebagai pengguna narkotika.
"Seperti biasa kita lakukan asasment dulu. Nanti setelah itu diputuskan untuk rawat jalan atau rawat inap. Nanti itu tergantung dari seberapa jauh ketergantungannya," jelasnya.
Ada yang berbeda paska operasi gabungan kali ini. Perwakilan dari keluarga pengguna yang positif ini diminta sebagai penjamin dengan menandatangani persetujuan di atas kertas bermatrai. Untuk PS, pihak manajer kafe bertindak sebagai penjamin. Untuk warga biasa, penjaminnya adalah dari pihak keluarga.
"Jadi mereka tidak langsung. Harus ada penjamin yang tanda tangan di atas materai 6000. Kalau belum tanda tangan, mereka tidak boleh pulang dulu," bebernya.
Denny juga mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan dengan beberapa tujuan. Diantaranya, sebagai peran serta masyarakat dalam hal pemberantasan dan pencegahan narkotika. " Dengan cara ini, pihak kafe kita minta juga ikut terlibat langsung. Dengan bersedia sebagai penjamin pegawainya kan setidaknya ada pengawasan langsung nanti yang dilakukan. Pencegahan ini upaya kita bersama," tandasnya.(gal/nas/JPG)
F-Razia

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
