
Ilustrasi
JawaPos.com – Warga dilanda keresahan menyusul aksi penyanderaan dengan meminta tebusan uang yang mulai terjadi di Kota Ambon. Seperti yang dialami seorang gadis asal Desa Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bernama Mujina Attamimi (21). Pada Senin (8/5) Mujina diinformasikan disandera oleh tiga orang pria. Gadis cantik yang akrab dipanggil Rina ini pun belum diketahui rimbanya.
Para pelaku penyanderaan menghubungi pacar korban lewat hand phone dan meminta tebusan sebesar Rp50 juta. Mujina diculik oleh tiga orang tak dikenal itu sekitar pukul 14.00 WIT dan kabarnya sampai sekarang masih disekap di kawasan Ahuru Ambon, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Ihsan Tiakoli yang adalah pacar korban mengisahkan, pada pukul 13.00 WIT, dia meminta Mujina untuk bertemu di Pasar Mardika, akan tetapi Mujina menunda pertemuan karena hendak bertemu temannya.
“Kami janjian ketemu di terminal jam satu siang, di saat bersamaan Mujina juga hendak bertemu temannya, saya katakan oke kalau sudah ketemu ikuti saya di Terminal,” akui Tiakoli kepada wartawan, sebagaimana dilansir dari Rakyat Maluku (Jawa Pos Group).
Namun sampai waktu yang ditentukan, Mujina tak kunjung tiba di tempat yang telah disepekati. Ironisnya pada pukul 16.00 WIT, sejumlah pesan pendek dengan nada mengancam malah masuk di ponsel milik Tiakoli.
Salah satunya, orang yang mengaku menculik gadis pujaan hatinya meminta tebusan uang sebesar Rp50 juta. Uang itu harus segera diserahkan pada pukul 18.00 WIT. Uang itu harus diserahkan di pertigaan jalan Ahuru-Air Besar.
Pihak yang mengaku menculik Mujina juga meminta Tiakoli agar tidak melaporkan kasus ini ke pihak Polisi, jika itu terjadi mereka tak segan-segan menggorok leher Mujina.
Tiakoli mengaku awalnya dia tidak merespon dan serius menanggapi pesan-pesan pendek yang dia terimanya. “Saya sempat tidak membalas pesan-pesan mereka. Namun saya diperdengarkan suara rintihan Mujina. Mujina meminta tolong kepada saya agar penuhi permintaan mereka. Itu yang membuat saya panik dan langsung melapor ke polisi,” tutur Tiakoli.
Pada pukul 18.00 WIT, Tiakoli bersama beberapa anggota Polsek Sirimau lalu bergegas ke lokasi yang dimintakan untuk menyerahkan uang tunai itu.
Tiba di pertigaan Ahuru-Air Besar, para penculik Mujina malah mematikan telepohone seluler milik Mujina. Tidak ada lagi komunikasi.
“Tapi yang membuat saya curiga itu ada yang bekerja sama dengan mereka, saat kami melewati jembatan Ahuru, ada pesan masuk ke saya yang mengatakan kenapa lapor polisi. Kok mereka tau kalau saya bersama polisi,” ujar Tiakoli.
Pantauan Rakyat Maluku, Tiakoli bersama anggota polisi dibantu beberapa warga Ahuru berusaha mencari keberadaan Mujina hingga pukul 22. 00 WIT akan tetapi tak membuahkan hasil. Polisi juga sudah mendatangi kediaman keluarga Mujina di kawasan Gadihu, tetapi Mujina tidak berada di tempat itu.
Kasat Serse Polres Pulau Ambon dan PP Lease, AKP Teddy yang dikonfiormasi Rakyat Maluku, Selasa 9 Mei, mengakui dirinya belum mengetahui adanya kasus penyanderaan gadis cantik tersebut. (ari/aan/sad/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
