
Seorang pengunjung dari Tewah, Kabupaten Gunung Mas, ketika hendak mencuci mukanya di sumur bawi kameloh, Sabtu (6/5).
JawaPos.com - Fenomena alam Bukit Batu yang konon jatuh dari langit, membuat objek wisata ini selalu menarik perhatian. Apalagi air sumur bawi kameloh juga memiliki fenomena alam, tak pernah kering. Padahal, sumur yang berlokasi di Kasongan, Katingan, Kalteng, itu lebih mirip batu belah yang tengahnya ada lubang mengeluarkan air setiap waktu.
Air yang menggenangi lubang di batu itu, selalu ada. Walaupun musim kemarau panjang menerjang, sumur Bawi Kameloh tak mengering. Bahkan, siapa saja meminum air itu, jika percaya, mampu menyembuhkan berbagai macam atau jenis penyakit cukup berat seperti stroke.
“Pernah ada dua orang datang kena penyakit stroke, satu dari Kota Palangka Raya pegawai Kehutanan dan satu lagi dari Kabupaten Kuala Kapuas datang ke sini. Ketika itu mereka tidak bisa berjalan dan hanya menggunakan kursi roda dan saya sendiri waktu itu turut membantu mengangkatnya,” cerita Kimta, seorang penjaga kawasan objek wisata Bukit Batu kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (6/5).
Ketika datang, kata dia, pengunjung itu minum air dari Sumur Bawi Kameloh. Sekitar satu bulan kemudian, sembuh dan datang dalam keadaan sehat. Bisa berjalan seperti biasa.
Penyakit lainnya, menurut dia, tak sedikit orang percaya dan sudah sembuh setelah meminum air sumur Bawi Kameloh yang hingga kini belum diketahui kedalamannnya itu. Meski demikian, ia juga mengakui ada juga yang belum sembuh. “Tergantung pada keyakinan dan niat saja sebenarnya. Jika tulus dan sungguh-sungguh, yakin saja pasti sembuh,” ucapnya.
Sejauh ini, sambung Kimta, memang belum banyak yang tahu tentang khasiat air sumur Bawi Kameloh. Saat ini orang hanya banyak tahu, apabila air itu untuk cuci muka setelah melemparkan uang jenis koin, maka bagi perempuan bisa bertambah cantik, lalu mudah mendapatkan jodoh. Sedangkan bagi laki-laki, itu bisa menjadi terpandang dan dihormati serta disukai kaum hawa.
“Jadi ada banyak manfaatnya sebenarnya air sumur Bawi Kameloh ini. Makanya itu, bagi yang niatnya sudah dikabulkan ada diantar bendera kuning atau sesajen. Semacam ucapan terima kasih mereka, seperti itu,” ungkap Kimta.
Sementara itu, seorang pengunjung bernama Anjung mengaku, dirinya datang dari Tewah, Kabupaten Gunung Mas hanya ingin berwisata saja sekaligus berkunjung ke Sumur Bawi Kameloh. “Karena ada niat sesuatu, ya mudahan dikabulkan,” tuturnya.
Masih di tempat yang sama, Isnaeni pria asal Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, juga datang ke tempati itu. Dari pengakuannya, dia pernah dengar cerita tentang air Sumur Bawi Kameloh.
“Kebetulan kita mau ke Palangka Raya dan menyempatkan diri mampir ke Bukit Batu. Kita ingin agar bisa sukses segala macam usaha yang kita lakukan,” katanya. (*/JERI SP/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
