
Suasana Kota Batam.
JawaPos.com - Kota Batam, Provinsi Riau selama ini menjadi daerah khusus perekonomian Indonesia untuk wilayah barat. Banyak perusahaan asing ingin berinvestasi di daerah tersebut. Hanya saja ada sejumlah kendala yang membuat investor asing untuk menanamkan modalnya di kota yang bersebelahan dengan Singapura ini.
Keengganan investor asing untuk berinvestasi di Batam itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan. Dia menyebutkan, keinginan perusahaan Singapura berinvestasi di Kepri sangat tinggi. "Tapi belum mendapatkan kepastian hukum," ujar Vivian seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (26/4).
Sebelumnya Vivian Balakrishnan melakukan pertemuan dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Graha Kepri, Selasa (25/4).Dalam pertemuan itu Vivian mempertanyakan, hubungan Pemerintah Kota (Pemko) dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, keamanan wilayah, kemudahan perizinan dan perkembangan perekonomian Batam.
Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan ini masih menjadi pertanyaan utama pengusaha di Singapura yang berniat investasi di Batam. "Mereka selalu ragu-ragu untuk investasi di Kepri. Karena kedua wilayah ini saling membutuhkan, maka itu kami tanya langsung ke Pak Gubernur," ungkap Vivian.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memaparkan meski belum sesuai harapan, tetapi perkembangan Kota Batam dan kabupaten/kota lainnya di Kepri sudah ada kemajuan ke arah yang lebih baik. "Meskipun perkembangan belum sesuai harapan tetapi sudah ada kemajuan," kata Nurdin.
Terkait hubungan Pemko dan BP Batam, Nurdin mengaku sudah menyampaikan ke Presiden Jokowi dan sudah menjadi bahasan serius Presiden. Ia optimis, presiden akan meningkatkan kembali gairah ekonomi di Kepri.
Selain itu, pemerintah pusat juga sudah memberikan sinyal untuk membuka kawasan Rempang-Galang sebagai kawasan investasi baru. "Beberapa aturannya sedang disusun oleh pusat. Sementara untuk situasi keamanan sendiri, sejauh ini sangat kondusif," bebernya.
Dalam pertemuan singkat itu, Nurdin turut menawarkan daerah lain kepada Menlu Vivian untuk berinvestasi. Bintan dengan wilayah yang cukup luas, Karimun yang saat ini sudah berinvestasi tiga perusahaan asing, ada Anambas dengan pesona alamnya dan Natuna dengan potensi laut dan pariwisatanya. Serta Lingga dengan segala potensi alamnya. (rng/iil/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
