Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 April 2017 | 04.06 WIB

JCI Gelar World Friendship Day untuk Sikapi Rasisme

Project Director Silatnas Wirld Friendship Day, Rina Saadah (kiri) - Image

Project Director Silatnas Wirld Friendship Day, Rina Saadah (kiri)

JawaPos.com - Junior Chamber International (JCI) Indonesia yang konsen menolak rasisme, mengecam perlakuan terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi. Pria yang disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari penumpang Indonesia bernama Steven Hadi Sulistyo di Bandara Changi, Singapura.

Tindakan Steven dianggap mengancam kehidupan masyarakat NTB yang toleran. Makanya, JCI akan menggelar silaturahmi nasional (silatnas) World Friendship Day. Diharapkan dari World Friendship Day terbentuk toleransi serta menerima perbedaan atas adat dan budaya keberagaman.


Project Director Silatnas Wirld Friendship Day, Rina Saadah, mengatakan, dari World Friendship Day diharapkan terbentuk sebuah toleransi dan menerima perbedaan atas adat dan budaya keberagaman. "Acara ini nantinya sebagai pengingat akan pentingnya semangat persahabatan dalam menjaga perdamaian," ujarnya.

Presiden JCI, Jandi Mukianto menyesalkan insiden yang menimpa TGB. Seharusnya, kata dia, sebagai bangsa yang majemuk dapat mengedepankan toleransi. Juga, harus benar-benar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini agar tidak terpecah belah. "Karenanya segala bentuk yang mengarah pada perpecahan harus kita lawan," katanya.

Menurut Jandi, tindakan yang dilakukan oleh Steven terhdap TGB sangat tidak terpuji. "Kami tegas mengutuk sikap itu, terlebih dilakukan kepada sosok yang sangat kita hormati," kecam Jandi.

Dia menjelaskan, apa yang dilakukan Steven bukanlah mewakili sikap etnis dan agama tertentu. Karena baginya, semangat kebersamaan serta penghargaan kepada keberagaman sudah final dan diatur dalam nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945.

"Siapa saja yang mencoba mengusik persatuan yang sudah terbina dengan baik, layak dijadikan musuh bersama dan layak diperangi karena dapat mengancam persatuan," ujarnya.

Dia mengaku bangga memiliki tokoh seperti Tuang Guru Bajang yang sangat arif dalam melihat permasalahan yang dialami. Untuk itu, JCI meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas insiden tersebut. "Steven layak mendapat hukuman yang setimpal agar memahami apa yang telah ia perbuat sudah melukai hati banyak pihak", papar Jandi.

Jandi pun berharap, kejadian yang menimpah TGB dijadikan pembelajaran dan tidak diulangi. Semua pihak sebaiknya dapat menahan diri agar tidak membuat gelombang unjuk rasa dalam jumlah besar. Itu karena, kata Jandi, berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga membuat suasana semakin tidak kondusif.

"Semua pihak diharap menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada pihak berwajib sesuai dengan semangat yang telah ditunjukkan Tuan Guru," tambah Jandi.

Jandi berpesan, sebaiknya generasi muda Indonesia tidak melakukan provokasi-provokasi seperti yang telah dilakukan Steven. Merawat kebhinekaan yang ada jauh lebih terhormat dilakukan oleh generasi muda dalam mengisi alam kemerdekaan, terlebih generasi muda yang harusnya menjadi estapet penerus kepemimpinan masa depan.

"Generasi muda lebih baik mengisi kemerdekaan dengan melakukan kreativitas positif, ketimbang melakukan hal-hal konyol yang malah merusak dan menjauhkan kita dari semangat bangsa yang berbudaya luhur," pungkasnya. (yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore