Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 April 2017 | 10.15 WIB

Seken Bukan Berarti Bekas, Duitnya Manis

Ali Munar, pedagang barang seken di Taras Batamkota menyusun sepatu-sepatu seken luar negeri, Sabtu (1/4). - Image

Ali Munar, pedagang barang seken di Taras Batamkota menyusun sepatu-sepatu seken luar negeri, Sabtu (1/4).


Ujang, penjual pakaian bekas lainnya mengaku sudah lama membuka usaha itu. Bahkan, dari hasil menjual pakaian bekas, ia sudah bisa menghidupi keluarganya di Batam. "Sudah lama. Bertahan karena banyak peminat. Apalagi kita mengambil barang itu perbal. Harganya tergantung kondisi barang. Bisa Rp 500 ribu per bal hingga Rp 2 juta," katanya.


Dia berjualan di kawasan tersebut mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Ia pun tahu jika barang yang dijualnya itu ilegal. "Belinya beda-beda, tergantung tempat pesanan. Barang baru biasanya masuk sekali seminggu. Kadang buka bal hari Jumat," jelasnya.


Disinggung mengenai dari mana datang barang-barang tersebut, ia enggan menjelaskan. Namun menurutnya, barang itu dikirim dari luar negeri. Harga di sana bisa lebih murah karena belinya per bal dan tidak disortir. Karena itu, setiap hari masih banyak warga yang berburu pakaian bekas di sana.


"Banyak barang bermerek. Karena kita langsung buka dari bal. Bagus atau tidaknya tergantung yang milih. Harga yang kita jual mulai Rp 5.000 hingga Rp 50 ribu. Tergantung baranglah," ungkapnya. (WAHYUDIN NUR/*/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore