Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Maret 2017 | 13.00 WIB

Dikepung Banjir, Resepsi Pernikahan Pindah ke Masjid

Dikepung Banjir: Demi cinta, ngungsipun tak jadi soal - Image

Dikepung Banjir: Demi cinta, ngungsipun tak jadi soal

JawaPos.com - Hujan lebat disertai dengan banjir bandang di wilayah Mojokerto dalam dua hari terakhir ini, menjadi catatan tersendiri bagi sepasang kekasih, yang melangsungkan resepsi pernikahan, Minggu (26/3). Akibat genangan air di lokasi resepsi yang tak mungkin dihindari,  pelaksanaannya terpaksa pindah ke Masjid.


Adalah sepasang kekasih Amir Dwi Cahyono, 26, dan Ulfa Zikratul Mila, 22,  yang melangsungkan resepsi pernikahan di kediaman mempelai perempuan di Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Namun, hujan yang mengguyur hari Sabtu, mengakibatkan lokasi resepsi dikepung banjir.


Padahal, meja, kursi dan dekorasi serta tenda telah ditata sedemikian rupa. Demikian pula makanan dan minuman untuk hidangan tamu undangan pun telah disiapkan dengan menu istimewa. Namun semuanya berubah saat air luapan Sungai Sadar tiba-tiba datang tanpa permisi Minggu (26/3) pagi. Hujan yang mengguyur kawasan Mojokerto sejak Sabtu (25/3) sore membuat sejumlah kawasan terendam banjir, tak terkecuali di tempat resepsi.


Apa daya, tenda dan dekorasi pengantin pun terpaksa dibongkar lantaran terendam air. Padahal, biaya Rp 15 juta telah mereka habiskan untuk sewa tenda, sound, dan belanja hidangan. Tragisnya lagi, hiburan musik elektun yang sudah disiapkan sebelumnya juga terpaksa dibatalkan begitu saja. ’’Sabtu  malam air  tidak sampai masuk ke rumah, tapi saya enggak mengira tadi pagi malah semakin tinggi,’’ kata Abdul Kholik, saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto, Minggu (26/3).


Akan tetapi, kepalang tanggung jika resepsi harus dibatalkan begitu saja. Segala cara akhirnya ditempuh demi anak kedua mereka bahagia. Hingga akhirnya tempat resepsi diputuskan dipindah di Masjid Al Mujahidin, 50 meter dari rumah. Dibantu dengan warga sekitar, perabotan resepsi lalu diusung ke masjid demi menyambut tamu undangan. Dan tepat pukul 12.00, kedua mempelai beserta keluarga besar Ulfa datang dan disambut banjir yang merendam lingkungan di kawasan paling timur Kota Mojokerto itu.


Tanpa alas kaki, rombongan pun dibuat jalan kaki dari ujung jalan sampai ke masjid. Tak luput pula Amir dan Ulfa tanpa melepas gandengan tangan berjalan mesra bak raja dan ratu sehari melintasi lautan banjir.Seolah tanpa resah mereka melewati setiap rintangan yang menghadang. ’’Malah ini justru berkah bagi kami. Bukan halangan juga sih. Memang dari awal kan niatnya menikah saja, enggak ada pikiran aneh-aneh,’’ kata Ulfa didampingi Amir suaminya.


Amir sendiri mengaku memang tidak mempunyai firasat aneh-aneh terhadap pesta pernikahannya. Anggota TNI AL yang berdinas di Lanudal Juanda ini juga sudah mengajukan cuti profesi sejak sebulan lalu. Sehingga tidak memungkinkan lagi mengundurkan jadwal. Ia juga mengaku sangat mencintai Ulfa, sang istri yang ia kenal sejak 3 tahun lalu. ’’Saya dikenalkan sama teman kuliahnya. Saya juga sudah mencintai sejak awal ketemu. Untungnya akad nikah sudah berlangsung Kamis lalu,’’ pungkas Amir. (far/abi/JPG)

Editor: Soejatmiko
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore