
Jenazah Agusli dievakuasi petugas usai ditemukan tewas di kamarnya dengan kondisi tergantung.
JawaPos.com - Tidak pernah ada yang mengira bahwa Agusli, 50, memilih mengakhiri hidupnnya dengan gantung diri. Padahal tiga hari sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, warga masih mendengar suara dia ribut dengan istrinya, Kasmiati 42.
Tewasnya Agusli baru diketahui warga Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang pada Rabu (15/3). Diduga dia sudah meninggal sekitar 2-3 hari yang lalu.
Dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), penemuan mayat Agusli pertama kali diketahui istrinya Kasmiati yang berusaha menemui kembali suaminya usai bertengkar tiga hari lalu, tepatnya Kamis (9/3), sekitar pukul 09.00 WIB. Namun saat sampai di rumahnya di Jalan Seberang Palinggam, Kasmiati melihat suaminya tidak bernyawa dengan tergantung di kamar. Tubuh pria yang telah mengkaruniai Kasmiati empat orang anak itu sudah berbau menyengat, menggembung dan membusuk.
Kasmiati mengaku dirinya sering rebut dengan Agusli karena permasalahan ekonomi. Suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan dan kesulitan membiayai sekolah keempat anaknya.
Eko Yanto, 38 tetangga korban mengaku sudah 3 hari tidak melihat Agusli keluar rumah. Dia dan keluarga tidak menaruh curiga kerena biasanya Agusli juga jarang keluar rumah karena pekerjaannya buruh bangunan yang serabutan.
“Biasanya Agus menitipkan motor di rumah saya, karena rumahnya jauh di atas bukit dan tidak ada akses jalan untuk motor. Memang dia keluar jika ada perlunya saja, jadi kami tidak curiga kalau dia jarang keluar rumah,” ujarnya.
Kapolsek Padang Selatan, AKP Dodi Arianto menyatakan korban murni gantung diri. Itu berdasarkan informasi yang dikumpulkan timnya di tempat kejadian perkara. (cr18/e/iil/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
