Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Maret 2017 | 10.45 WIB

Pesan Duta Rimba Indonesia Usai Pensiun Jadi Pegawai Kehutanan

Andik (kiri) bersepeda bersama Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi di dekat posko bencana banjir dan longsor, Limapuluh Kota. - Image

Andik (kiri) bersepeda bersama Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi di dekat posko bencana banjir dan longsor, Limapuluh Kota.

JawaPos.com - Pensiun dari pegawai kehutanan, Raden Andik Jaya Prawira, 72, dinobatkan sebagai Duta Rimba Indonesia. Predikat itu disempatkan tidak terlepas dari pengabdian dalam menyampaikan pesan kepada publik bagaimana menjaga kelestarian alam. Pesan itu disampaikannya dalam bersepeda dengan berkeliling nusantara.


Meski telah berusia 72 tahun, Kang Andik-begitu dia disapa menceritakan tujuan awalnya mengayuh sepeda keliling Indonesia. Semua itu tak terlepa dari hanya ingin menemui sesama alumi
SKMA atau Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA- SKMA), almamater tempat dia menimba ilmu dulu dan rimbawan nusantara.


"Saya hanya ingin menyampaikan pesan, bila kita telah pensiun, yang pensiun adalah jabatan dan tugas. Tetapi semangat rimbawan harus tetap dijaga dan dipelihara, untuk senantiasa menjaga dan melestarikan hutang," ujar Kang Andik seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (14/3).


Alumni SKMA Bogor angkatan 1964 ini mengaku, memulai perjalanan bersepeda keliling Indonesia dari Banten, 2014 silam. "Saya mulai berangkat dari Banten, 16 September 2014. Setelah itu, terus mengeliling  kabupaten/kota yang ada di Pulau Jawa dan Bali. Selama 271 hari perjalanan dengan jarak tempuh enam ribu kilometer, saya bisa singgah di 128 kabupaten/kota," kata Kang Andik.


Usai mengelilingi Pulau Jawa dan Pulau Bali, Kang Andik dengan sepedanya, meneruskan perjalanan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Di kedua provinsi ini, ada 29 kabupaten/kota yang sempat ia singgahi, dengan jarak tempuh 7.900 Kilometer. Untuk menyempurnakan kunjunganya ke Timur, Kang Andik menyempatkan diri mampir di Timor Leste, tanah yang kini "lepas" dari pangkuan Ibu Pertiwi.


Dari Balibo, kota yang terletak di distrik Bobonaro, Timor Leste, Kang Andik melanjutkan perjalanannya ke Sulawesi. Di pulau yang disebut Kolonial Belanda sebagai Pulau Besi itu, Kang Andik bersepeda selama 135 hari. Dia sempat singgah di 77 kabupaten/kota.


Seperti kedatangannya di Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT, Kang Andik selama  berada di Sulawesi, tetap menyampaikan pesan kepada para rimbawan. "Apapun kebijakan pemerintah saat ini dibidang kehutanan, tugas kita sebagai rimbawan sejati adalah menjaga dan melestarikan hutan kita," ujar Kang Andik.


Dari Sulawesi, Kang Andik meneruskan perjalanan ke Maluku Utara. Setelah mampir pada empat kabupaten/kota yang ada di sana, Kang Andik terus ke Papua.


Setelah menginjak Bumi Cendrawasih, Kang Andik baru bertolak ke Kalimantan. Di Pulau Borneo, tempatnya bertugas sebagai pegawai kehutanan, Kang Andik mengunjungi seluruh kabupaten/kota, dengan jarak tempuh 6.800 kilometer.


Setelah mengelilingi seluruh Pulau Kalimantan, Kang Andik bertolak dari rumahnya di Banjarmasin, menuju Pulau Sumatera. Kota Batam di Kepulauan Riau adalah daerah pertama yang di Pulau Andalas ini. Kemudian, Kang Andik terus ke Tanjung Balai Karimun dan Tanjungpinang. 


Dari dua daerah di Kepulauan Riau itu, Kang Andik terus ke Nanggroe Aceh Darussalam. Di ujung Barat Indonesia ini, ada 23 kabupaten/kota yang didatangi Kang Andik. Hingga akhirnya dia terus ke Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat. "Kabupaten Limapuluh Kota adalah daerah pertama yang saya datangi di Ranah Minang," ujar Kang Andik.


Dia menyebut, selama bersepeda keliling Indonesia, selalu memastikan bertemu dengan alumni SKMA. Setelah itu, baru bertemu gubernur, bupati, wali kota,  ketua  DPRD/Sekwan, pejabat Dishut, dan Kepala UPT Kementerian Kehutanan.


"Di setiap daerah yang saya datangi, saya selalu meminta foto bersama, tanda-tangan dan cap dari pimpinan daerah tersebut," kata Kang Andik.


Dia menyebut, selama keliling Indonesia, selalu bermalam di tempat-tempat yang disiapkan alumnni SKMA. "Sudah 365 kabupaten/kota saya datangi. Baru sekali, ada bupati yang menawari saya bermalam di rumah dinasnya, yakni Bupati Limapuluh Kota. Ini kehormatan bagi saya," kata Kang Andik. (frv/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore