Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Maret 2017 | 19.36 WIB

Setelah Melompat ke Sungai Dua Bocah Itu Tak Kunjung Muncul

BERI PERTOLONGAN : Petugas dan warga mengangkat tubuh Irfan dari Sungai Cangka, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota Pamekasan, kemarin. (inset) Jasad Irfan dikerumuni keluarga dan kerabat saat tiba di rumah duka. - Image

BERI PERTOLONGAN : Petugas dan warga mengangkat tubuh Irfan dari Sungai Cangka, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota Pamekasan, kemarin. (inset) Jasad Irfan dikerumuni keluarga dan kerabat saat tiba di rumah duka.


JawaPos.com – Nasib nahas menimpa dua bocah yang masih duduk kelas III SD. Keduanya tak bisa berenang namun memberanikan diri mandi di sungai. Akibatnya, begitu masuk masuk sungai, dua sahabat itu tak muncul ke permukaan sungai. Peristiwa tragis ini terjadi di Kecamatan Kota Pamekasan, Madura, Jumat (10/3).



Dua bocah itu tewas tenggelam di sungai dengan kedalaman sekitar tujuh meter. Nyawa mereka tidak tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit. Mereka adalah Ahmad Nawafizul Irfan, dan M. Aqil Ashar. Keduanya masih berumur 9 tahun.



 Peristiwa itu berawal sekitar pukul 15.00. Mereka bermain bersama dua teman lainnya. Yaitu, Barel dan Faik. Irfan dan Aqil yang saat itu sibuk dengan pancing masing-masing. Kemudian  Irfan dan Aqil melompat hampir bersama ke sungai.



Namun setelah melompat  di sungai, mereka tidak kunjung muncul kembali. Karena kedua temannya itu tak muncul ke permukaan sungai, akhirnya Barel dan Faik pun memberitahu warga sekitar. Atas informasi kedua bocah itu, warga langsung melakukan pencarian menggunakan alat seadanya. Namun, usaha mereka tak berhasil. Warga juga menghubungi aparat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan, Koramil 0826/01 Kota, dan personel polsek mendatangi lokasi kejadian.



 Mereka berbondong-bondong melakukan pencarian. Sekitar pukul 16.30, Aqil ditemukan. Kondisinya lemas. Tapi detak nadi di pergelangan tangannya masih ada. Melihat masih ada harapan hidup, korban langsung dilarikan ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo. Sayang, nyawa Aqil tidak tertolong. Dia meninggal sebelum mendapat pertolongan medis.



Kemudian sekitar pukul 17.00 Irfan ditemukan. Lokasinya tidak jauh dari tempat Aqil ditemukan. Kondisinya juga lemas. Wajahnya pucat. Bocah yang terkenal cerdas itu dibawa ke rumahnya sekitar sekitar 70 meter dari sungai.



Upaya pertolongan dilakukan. Dadanya ditekan berharap air dalam tubuhnya keluar. Tapi, upaya itu tidak berhasil. Aqil kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Sebab, saat itu denyut nadinya masih berdetak meski lambat. Namun, Nyawa Irfan juga tidak tertolong. Dia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.  adalah salah satu orang yang ikut melakukan pencarian.



 Menurut Danramil 0826/01 Kapt Inf Priyo Budi Utomo, kedalaman sungai sekitar tujuh meter. Dasar sungai berlumpur. Kedua korban ditemukan dengan jarak berdekatan. Kedua bocah tersebut diduga tidak bisa berenang. ”Korban berada di dasar sungai. Di sana ada bambu, korban nyangkut di bambu itu,” katanya. Budi berharap, tragedi tersebut tidak terulang kembali. Masyarakat harus waspada dan mengawasi anaknya dengan baik. ”Jangan biarkan anak mandi di sungai karena sangat berbahaya,” katanya. Sampai malam hari, sanak famili kedua korban berdatangan. Rumah mereka berdekatan. Hanya sekitar 20 meter. (pen/luq/JPG)


Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore