
Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti ketika menyapa korban banjir Songan, Senin lalu (20/2).
JawaPos.com - Kepedulian kepada para korban musibah longsor di Desa Songan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, hingga kini terus mengalir. Berbagai pihak berupaya menggalang bantuan bagi para korban yang harus kehilangan saudara dan kerabatnya.
Hal serupa juga dilakukan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tabanan. Mereka secara sukarela menghimpun dana untuk membantu para korban yang tertimpa musibah.
Bantuan sukarela tanggap bencana ASN Pemkab Tabanan tersebut diserahkan secara oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada Senin (20/2) lalu di Desa Songan , Kecamatan Kintamani, Bangli.
Bantuan yang nilainya mencapai Rp 200 juta itu diserahkan kepada Bupati Bangli, I Made Gianyar dan disaksikan seluruh Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tabanan, serta masyarakat Desa Songan B.
Di kesempatan itu, Eka secara pribadi juga memberikan sumbangan sebesar Rp 100 juta. Sehingga total bantuan yang diserahkan mencapai Rp 300 juta.
"Kami juga menyerahkan bantuan satu truk sembako beserta uang tunai Rp 8,6 juta lebih. Bantuan tersebut dihimpun dari seluruh sisya Perguruan Siwa Murti dari seluruh Bali," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/2).
Eka menyampaikan rasa bela sungkawanya terhadap para korban bencana. Khususnya, mereka yang harus kehilangan anggota keluarganya.
“Kami datang ke sini untuk berbagi kasih. Apalagi beberapa hari ini saya lihat banyak sekali yang jadi korban (bencana) di Bangli. Sebetulnya, bencana tidak hanya di Bangli saja. Di Tabanan, di Candikuning juga ada longsor. Tapi yang paling berat kita rasakan di sini (Kintamani),” ujar perempuan yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Yayasan Siwa Agung Jagadhita Bali itu.
“Saya berusaha untuk bisa menjadi pribadi yang berguna. Apalah artinya saya. Karena keberadaan saya ini tidak lepas dari berkat Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kita harus selalu berbagi kasih. Dan, jangan lupa apa yang kita miliki saat ini hanya titipan,” sambungnya.
Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar mengungkapkan bahwa dampak bencana longsor yang terjadi beberapa waktu lalu sejatinya terjadi pada seluruh desa. Namun, dampak yang paling besar hingga menimbulkan korban ada di empat tempat yakni Desa Songan B, Desa Awan, Desa Subaya, dan Desa Sukawana.
“Untuk relokasi, kemarin tim verfikasi dari Pemprov Bali sudah turun. Relokasipun ada aturannya karena untuk tanah hutan harus ada penggantinya. Setelah ada penggantinya serta ada kesepakatan dari masyarakat, relokasi akan segera dilaksanakan serta membangun tempat tinggal mereka lewat bantuanbantuan yang ada,” pungkasnya.(mam/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
