Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Februari 2017 | 03.06 WIB

Main Stopkontak, Bocah TK Tewas Kesetrum

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com- Nasib nahas menimpa Felisya Nanda Putri. Pelajar taman kanak-kanak (TK) asal Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kediri itu tewas karena tersetrum listrik. Insiden tersebut terjadi di ruang tamu rumahnya sekitar pukul 10.00 Rabu (15/2). Felisya yang baru berusia lima tahun harus meregang nyawa karena bermain colokan stopkontak yang teraliri arus listrik.



Supriyo, 30, ayah Felisya, dan Puji Rahayu, 27, ibu korban, masih terlihat shock dan tak tahan menitikkan air mata. Saat menuju pemakaman, Supriyo menggendong anak tercintanya tersebut dengan masih menangis. Beberapa tetangga pun tidak menyangka anak sekecil itu meninggal karena kesetrum. ”Ya semua kaget Mas, tidak menyangka,” terang Hariono, 36, warga sekitar.



Dia menjelaskan, insiden tersebut bermula saat Felisya bermain sendirian di ruang tamu rumahnya. Sementara itu, Puji memasak di dapur, sedangkan Supriyo bekerja di luar rumah. Saat bermain tanpa pengawasan orang tua itulah, Felisya mengambil kunci motor ibunya di meja dan memegangnya untuk mainan.



Kemudian, bocah kecil tersebut memasukkan kunci motor ke colokan stopkontak oloran yang menancap di aliran listrik. ”Karena penasaran, secara tidak sengaja kunci yang terbuat dari besi itu dimasukkan ke lubang stopkontak,” jelas Hariono.



Kaget, Felisya yang kesetrum tersebut langsung terkejut serta lemas. Beberapa saat kemudian, Puji baru mengetahui anaknya terkulai lemas dan tidak sadarkan diri. Merasa panik, dia dibantu para tetangganya mengantarkan Felisya ke Puskesmas Pesantren.



Sayang, saat perjalanan, Felisya tidak bisa bertahan dan mengembuskan napas terakhir. ”Kami datang ke TKP (tempat kejadian perkara, Red) saat tahu ada anak meninggal akibat tersetrum itu,” ungkap Kapolsek Pesantren Kompol Sucipto.



Dengan dibantu Tim Identifikasi Reskrim Polres Kediri Kota, polisi melakukan olah TKP dan menanyai beberapa saksi. Selain itu, petugas memeriksa tubuh korban dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.



Polisi hanya menemukan sedikit luka bakar di jari tangan Felisya karena tersetrum tersebut. ”Kami juga meminta verifikasi dari pihak puskesmas,” terang polisi berpangkat melati dua itu.



Sucipto menambahkan, saat jenazah hendak diotopsi, pihak keluarga keberatan. Mereka membuat pernyataan tidak akan menuntut siapa pun karena menyadari bahwa insiden tersebut murni kecelakaan.



Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa stopkontak itu. ”Masih terus kami dalami kasus ini,” tegas Sucipto. (fiz/c25/end)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore