
Ilustrasi
JawaPos.com - Satpol PP Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, membenarkan bahwa prostitusi di wilayahnya melibatkan anak di bawah umur. Mereka mengaku sudah mengendus praktik yang sudah terorganisir tersebut. Hal ini terungkap pada rapat koordinasi penanganan tempat hiburan malam, lokalisasi, prostitusi, hingga peredaran minuman keras di DPRD Kotim.
”Yang teroganisir sudah kami deteksi, memang ada juga sesama teman. Dan betul organisasi itu ada dikendalikan oleh satu orang. Bahkan kami menemukan ada anak 15 tahun,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum Pol PP Kotim Punding dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Selasa (14/2).
Menurut dia, potret buram generasi muda itu terjadi saat pulang sekolah. Mereka biasanya berlindung di balik jam pelajaran sekolah sedang berlangsung. Transaksi dilakukan via jejaring sosial. ”Praktik itu terjadi setelah pulang sekolah. Dan alasannya ada jam tambahan dari sekolah,” kata dia.
Untuk persoalan itu, Satpol PP mengaku masih terbatas wewenangnya dalam penindakan dan pengusutan. Sebab mereka belum memiliki penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). ”Kami terkendala karena ini berkitan dengan PPNS. Selama ini kita memang lemah karena saat ditemukan itu kita satpol pp tidak bisa memenjarakan orang,” ujarnya.
Diketahui, DPRD Kotim mengundang semua pihak terkait mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Pemkab Kotim, Satpol PP, Dinas Sosial, dan Dinas Perizinan Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kotim. Rapat koordinasi itu digelar dalam rangka menyikapi fenomena prostitusi, peredaran miras, hingga rencana penutupan lokalisasi dan THM.
Amrulah Hadi, selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kotim, mengakui lemahnya pengawasan dan peran aktif pemerintah dalam memberantas persoalan sosial di masyarakat. ”Kekurangan kita ini pada pengawasan,” kata dia.
Pihaknya mengaku kian prihatin dengan terkuaknya praktik prostitusi yang melibatkan remaja di Kotim yang diwartakan media massa Radar Sampit. Dia menyoroti minimnya pengawasan yang mengakibatkan pelaku prostitusi leluasa bergerak. ”Penekanan kita itu di pengawasan THM, karaoke, dan lokalisasi,” kata dia.
Dia juga memandang persoalan sosial saat ini tidak lepas dari bebasnya penggunaan media sosial. Padahal sekolah di Kotim sudah cukup baik dan ketat dalam pengawasan penggunaan handphone bagi anak didik. Namun, sepulang sekolah anak tersebut tidak terkontrol lagi menggunakan alat komunikasi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kotim, Heriyanto, menjelaskan bahwa penutupan lokalisasi adalah harga mati. Saat ini pemerintah daerah tengah berangsur-angsur menutup sedikitnya tiga titik lokalisasi di Kotim. Mulai dari Pal 12, di Tangar, dan di Parenggean. ”Kotim sudah memiliki rencana penutupan lokalisasi, dan soal anggaran sudah dibicarakan dengan Komisi III DPRD Kotim,” kata dia.
Dia memerinci, PSK di lokalisasi Pal 12 ada 193 orang. Di Desa Tangar ada 50 PSK, dan di Parenggean ada 36 PSK.
Sementara itu, rapat koordinasi kemarin menghasilkan tiga poin penting berupa rekomendasi untuk ditindaklanjuti Pemkab Kotim dalam waktu dekat. Rekomendasi itu di antaranya adalah membentuk tim terpadu menertibkan prostitusi, semua pihak meminta pemda dan penegak hukum menutup lokalisasi sesuai aturan. Ketiga penegak hukum dan pemda menertibkan THM yang tidak sesuai dengan perizinannya. (ang/dwi/fab/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
