
Warga asal Kabupaten Polman saat menuntut Bawaslu Provinsi Sulbar untuk mengusut pelanggaran Pilkada Sulbar.
JawaPos.com - Ratusan warga asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menuntut Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengusut dugaan pelanggaran kampanye politik oleh Paslon Cagub nomer urut 3. Paslon itu diduga menggunakan dana desa untuk kepentingan politik.
Subaer selaku koordinator Aksi mengatakan, saat ini di kabupaten Polman terindikasi adanya pelanggaran penggunaan anggaran dana desa dan PKH dan Raskin. Selain itu, ada temuan terkait bagi-bagi sarung kepada masyarakat di Polman yang dilakukan oleh Istri Ali Baal Masdar (cagub Sulbar no Urut 3), dan kejadian itu belum ditindaklanjuti oleh panwas dan Bawaslu.
“Terkait Video Andi Ruskati Ali Baal (Abm) yang mengkampanyekan salah satu calon dan membagikan sarung. Dan kedua Raskin yang sudah lama tak terbagi diduga keras dipolitisasi salah satu calon,” Kata Subair, Kordinator Aksi.
Ia juga menduga bahwa adanya pemotongan dana desa. Dimana satu desa dipotong hingga 50 juta per desa. Serta Dua bulan raskin warga masyarakat kabupaten polman belum juga dibagikan.
"Terkait laporan kami ini oleh pihak Bawaslu telah berjanji untuk menindak lanjuti terkiat permintaan kami. Dan kami mengancam jika tuntukan kami tidak di proses maka kami akan turun lagi dengan massa yang lebih besar,” ungkap Subair.
Lanjut Subair bahwa dirinya langsung turun di Bawaslu Provinsi Sulbar karena tuntutan yang disampaikan di Bawaslu Polman hanya menjadi kasus semata. Sebab, saat dikonfirmasi hanya turun lapangan namun tak ditindak lanjuti laporan tersebut.
Subair menambahkan bahwa Sulbar merupakan salah satu wilayah yang sedang disorot terkait permasalahan korupsi, jika salah satu calon gubernurnya diduga terlibat korupsi namun tidak dilakukan pencegahan sedari dini, Sulbar akan makin terpuruk.
"Terhina sekali rasanya, jika nanti rakyat Sulbar salah memilih, Naudzubillah jika sampai suatu hari nanti calon yang terpilih diumumkan jadi tersangka. Tugas kami mengingatkan bahwa mencegah terjadinya kerusakan lebih bersifat urgent atau mendesak, sementara membangun kebaikan adalah important atau penting," ujarnya.
“Kami harap tuntutan yang kami sampaikan langsung kepada Bawaslu Provinsi agar segera diusut, karena diduga keras dipolitisasi,” tandas Subair. (fab/JPG)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
