
HANCUR: Kondisi pos TNI-AU setelah penyerangan warga di Desa Ujunggenteng, Ciracap, Sukabumi, kemarin.
JawaPos.com - Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (11/2) malam sempat mencekam. Pos TNI AU yang ada di sana diserbu sekitar 400 warga yang mengamuk. Pos yang berkapasitas enam prajurit tersebut rusak parah.
Seperti diketahui, penyerbuan itu disebabkan masalah yang sepele antara Pratu Oka Prasetyo yang tengah bertugas berpapasan dengan Opik, warga Kalapa Condong, Ujunggenten.
Esok harinya kedua pihak dipertemukan dalam mediasi yang digagas Polres Sukabumi. Dalam pertemuan tersebut, Kadis Ops Lanud Atang Sanjaya Kolonel Pnb Muzafar mengatakan bahwa pihaknya berjanji memberikan sanksi kepada anggota yang terbukti melanggar.
"Bila masyarakat mengetahui ada kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan anggota kami, tolong laporkan. Kami tentunya akan mengevaluasi dan juga menindak dengan tegas," ujar Muzafar dalam pertemuan dengan warga Kampung Kalapacondong dan Ujunggenteng di aula Desa Ujunggenteng kemarin.
Namun, pihaknya juga meminta keadilan kepada penegak hukum, dalam hal ini pihak kepolisian. "Kami akan proses anggota dan memberikan sanksi sesuai kesalahannya. Kami juga meminta pelaku dan provokator perusakan ini diproses secara hukum. Supaya ada keadilan," tambahnya.
Perwakilan Himpunan Nelayan Ujunggenteng Asep J.K. menambahkan, pihaknya menghormati keputusan dalam mediasi tersebut. Dia beserta tokoh masyarakat tidak akan menghalangi bila ada penanganan hukum dari kepolisian. "Kami hormati bila persoalan ini ditangani pihak kepolisian supaya benar-benar ada keadilan. Semoga insiden ini menjadi pembelajaran di kemudian hari dan kondisi keamanan tetap terjaga," ujar dia, diamini tokoh masyarakat lainnya.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto menyesalkan insiden tersebut. Dia menegaskan, keributan yang berujung perusakan pos TNI-AU itu seharusnya tidak perlu terjadi. Sebab, setiap prajurit TNI-AU punya kewajiban dan tanggung jawab menjadi teladan masyarakat.
Karena itu, Hadi sangat prihatin. Apalagi, keributan bermula dari hal sepele. Dia meminta insiden tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran TNI-AU sehingga tidak terulang. Mantan Irjen Kemenhan itu juga meminta prajurit yang melakukan tindakan di luar kontrol dievaluasi. "Tindak tegas prajurit yang melakukan perbuatan tidak terpuji," ucap Hadi kemarin. Selain itu, dia meminta pimpinan prajurit tersebut turun ke lokasi.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Jemi Trisonjaya MTr memastikan bahwa TNI-AU bakal menyelidiki insiden tersebut. Mabes TNI akan memeriksa anggota TNI-AU yang bertugas di Ujunggenteng. "Sesuai arahan KSAU," ungkapnya. Bangunan pos TNI-AU yang rusak pun segera diperbaiki agar dapat digunakan lagi. (ren/e/syn/JPG/c11/agm)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
