
Pak Hul, otak pelaku perampokan truk udang ditangkap polisi
Jawa Pos - Setelah melakukan menyelidikan intensif lebih dari setahun, aparat kepolisian Polda NTB akhirnya berhasil mengungkap perampokan truk udang maut yang menewaskan supir truk bernama Bambang. Sementara rekan korban, Guntoro selamat dengan luka-luka yang cukup parah.
Saat itu, hanya selang beberapa jam usai perampokan maut tersebut, polisi berhasil meringkus empat orang di antaranya. Yakni, Nurdin, 46 tahun; Rusdiansyah, 30 tahun; Sukri; 35 tahun; Andika; 32 tahun.
Mereka ditangkap di Bali, usai turun dari KMP Rama Giri Nusa, di Pelabuhan Padangbai Bali. Sedangkan satu pelaku lainnya, yaitu Fathurrahman alias Pak Hul luput dari tangkapan polisi.
Namun, pelarian Pak Hul berakhir pada Selasa (7/2). Dia ditangkap Tim Opsnal Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Raya Mantang, Kabupateng Lombok Tengah (Loteng).
”Dia ini otak dari aksi perampokan itu,” kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB AKBP Kholilur Rochman seperti ditulis Radar Lombok (Jawa Pos Group), Kamis (9/2).
Kholilur mengatakan, polisi sedikit kesulitan menangkap pelaku. Padahal, polisi hampir setiap hari memantau keberadaan pelaku di rumahnya di Desa Sepakek, Kecamatan Priggarata, Loteng.
Rupanya, pelaku mengetahui dirinya diincar polisi. Pelaku akhirnya memilih untuk berpindah-pindah tempat selama hampir dua tahun pelariannya. Dia juga menghindari untuk pulang ke rumahnya. ”Dia pindah-pindah di sekitar wilayah Lombok Timur dan Lombok Barat,” kata Kholilur.
Dalam penangkapannya, Pak Hul disebut sempat melakukan perlawanan. Dia berusaha melukai petugas dengan menggunakan senjata tajam. Melihat itu, petugas menghadiahi pria 45 tahun ini dengan tembakan timah panas. Sebutir peluru yang bersarang di betis kanannya membuat pelaku tak berkutik.
Saat perampokan terjadi, kelihaian Pak Hul sebagai otak perampokan, terbukti usai aksi. Pelaku meminta rekannya untuk membawa hasil rampokan berupa 23 boks berisi udang yang beratnya mencapai 1 ton lebih, ke gudang miliknya di Loteng.
Selanjutnya, dua truk yang mengangkut udang rencananya akan dibawa empat rekannya ke wilayah Jawa. ”Saya minta untuk menurunkan udang di atas truk itu dan ditaruh di gudang,” kata dia.
Udang yang telah diamankan tersebut, aku Pak Hul, ia jual kembali di sejumlah pasar tradisional. Rencananya, hasil penjualan akan dibagi bersama rekannya. Namun, belum sempat membagi hasil rampokan, empat rekannya lebih dulu tertangkap. ”Baru dijual setengahnya, laku sekitar Rp 45 juta,” ujarnya.(dit/r2/nas/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
