
Pesawat Garuda Indonesia yang tergelincir akhirnya berhasil dievakuasi
JawaPos.com -Bandara Internasional Adisutjipto, Jogjakarta akhirnya kembali normal sekitar pukul 14.18, Kamis (2/2). Menyusul ditutupnya bandara tersebut akibat tergelincirnya pesawat Garuda Boeing 737-800 NG, Rabu (1/2). Pesawat selesai di evakuasi Kamis (2/2) pukul 12.47 WIB. VP Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar mengatakan, bahwa upaya pemindahan pesawat jenis Boeing 737-800NG dengan registrasi PK-GNK tersebut sempat mengalami kendala mengingat kondisi rerumputan dan kontur tanah yang lembek di sekitar landasan pacu.
“Sejauh ini proses penyelesaian evakuasi pesawat berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Situasi dan kondisi di lapangan mengakibatkan tim teknis evakuasi gabungan perlu melakukan upaya pengerasan area tanah yang lembek dengan pelapisan pasir batu, dan penggunaan pelat baja untuk memudahkan proses pengangkatan dan penarikan pesawat dari rerumputan ke area parkir,” kata Benny kepada wartawan Jawa Pos Radar Jogja, Kamis (2/2).
Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga menjelaskan, proses evakuasi harus mendatangkan alat berat dari Surabaya. Ini karena, posisi pesawat yang mengarah ke timur laut tersebut main wheel atau roda depan tengah tertancap ke tanah.
”Pesawat tergelincir sekitar 14 meter dari tepi runway sebelah utara yang berada di selatan appron terminal A. Sehingga sulit bagi pesawat untuk landing maupun take off,” jelasnya.
Lebih lanjut Komandan Lanud Adisutjipto menambahkan bahwa pukul 20.15 dilaksanakan evakuasi penumpang ke terminal B Bandara dan dilanjutkan evakuasi terhadap crew pesawat beserta seluruh bagasi. ”Proses evakuasi berjalan cepat dengan mengunakan tangga yang biasa digunakan penumpang untuk naik dan turun penumpang,” ujarnya.
Kadisops Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb. Indan Gilang Buldansyah menambahkan, proses evakuasi meskipun kondisi hujan tetap berjalan, yaitu dengan melibatkan Ground Crew dan security dari Lanud Adisutjipto dan Angkasa Pura diantaranya Tim Pemadam Kebakaran, Lambangja, Rumah Sakit dan POM.
Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian menyebutkan pesawat membawa tersebut 119 penumpang yang terdiri dari 115 dewasa dan empat balita. Pada saat tergelincir landasan pacu dalam kondisi hujan ringan..
Menurutnya lokasi tergelincirnya pesawat cukup dekat dengan runway, maka seluruh aktivitas penerbangan di bandara Adisutjipto ditutup hingga proses evakuasi selesai. Hari ini Kamis (2/2) proses evakuasi badan Pesawat Garuda GA-258 tetap masih berlanjut .
Sebelumnya Rabu malam higga Kamis siang (2/2) 6000-an calon penumpang yang menggunakan Bandara Adisutjipto Jogjakarta gagal terbang hingga pukul 15.00 WIB. Hal tersebut merupakan buntut dari ditutupnya runway (landasan pacu) akibat tergelincirnya Pesawat Garuda Indonesia pada Rabu (1/2) malam.
Pihak Bandara Adisutjipto, malam sebelumnya menyatakan penerbangan baru beroperasi kembali pukul 10.00WIB kamis (2/2). Namun, hingga waktu tersebut proses evakuasi terhadap pesawat tipe Boeing 737 NG tersebut belum selesai dilakukan. Evakuasi baru selesai pukul 12.47 WIB. Kemudian, aktivitas Bandara Adisutjipto kembali normal pukul 14.18.
General Manager PT Angkasa Pura (AP) Agus Pandu Purnama menjelaskan, pembukaan landasan baru bisa dilakukan setelah evakuasi pesawat selesai dilakukan. Evakuasi, baru berjalan ditentukan dengan adanya salvage (alat pemindah pesawat).
Sementara keberadaan salvage sendiri harus didatangkan dari Jakarta melalui penerbangan Solo. ”Sampai di Solo jam 4 pagi. Dan baru tiba di Jogjakarta sekitar pukul 07.00,” jelas Pandu seperti dikutip wartawan Jawa Pos Radar Jogja.
Dijelaskan proses pemindahan pesawat tidak semulus yang dibayangkan. Ini dikarenakan keberadaan jalur evakuasi yang cukup lembek sehingga pihak bandara harus melakukan pengerasan terlebih dahulu.
Proses evekuasi, baru berjalan sekitar pukul 09.00 pagi dan memerlukan waktu sekitar 5 jam untuk bisa memindahkan pesawat. ”Tanahnya cukup lembek dan ada kedalaman sekitar 50 centimeter. Harus diperkeras dulu untuk trackway evakuasi,” jelasnya.
Selama landasan belum dioperasikan, ribuan calon penumpang yang tidak terbang sesuai jadwal telah difasilitasi pihak maskapai. Mereka diminta untuk melakukan penjadwalan ulang atau membantalkan penerbangan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
