
Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menunjukkan pistol untuk aksi koboi Kamis (19/1).
KARANGANYAR – Memiliki senjata api meski berijin bukan untuk gagah-gagahan. Bisa-bisa senjata makan tuan. Itulah yang terjadi pada Direktur Utama Koperasi 57 Jaya di Karanganyar-Solo, Umar Wiyogo Sutrisno alias Umar, 34. Sang direktur ini terancam satu tahun kurungan penjara karena perbuatannya menodongkan senjata api (senpi) kepada Walidi, pemilik warung soto di belakang PT Palur Raya, Ngringo, Jaten.
Peristiwa itu sebenarnya sudah berlangsung pada 24 Oktober 2016 lalu. Umar yang tercatat sebagai warga Badran Asri RT 2 RW 12 Kelurahan Cangakan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar mengendarai mobil dan tak sengaja menyenggol sepeda motor Walidi yang terparkir di sekitar warung soto hingga motornya jatuh.
Walidi kemudian meminta Umar agar meminta maaf, namun tak digubris. Sang direktur koperasi memilih buru-buru meninggalkan lokasi. Tentu saja, skiap Itu membuat si pemilik kendaraan yang juga penjual soto tambah emosi.
Setelah mengumpulkan informasi, Walidi mendapatkan alamat kantor tempat kerja Umar. Tanpa ragu, dia mendatanginya dan melabrak Umar.
Ternyata urusan tidak selesai sampai disitu. Karena tidak terima dilabrak di kantor, giliran Umar yang tidak terima. Dia lalu mendatangi warung Soto milik Walidi dan melakukan hal yang sama. Maka terjadilah Adu mulut. Sehingga membuat situasi tambah panas. Bahkan mengundang massa di sekitar lokasi kejadian berdatangan.
Karena Walidi sebagai tuan rumah, tentu saja banyak tetangga warung yang membelanya dan memojokkan Umar. Merasa akan dikeroyok, Umar tanpa pikir panjang mengeluarkan senpi, mengokang lalu menodongkannya ke Walidi. Suasanapun reda sejenak. Namun, atas kejadian itu, Walidi tak terima. Lalu melaporkan penodongan dengan pistol itu ke polisi. Tanpa perlawanan, Umar diringkus anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Karanganyar.
Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, Umar melanggar Pasal 335 Ayat 1 tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.
Perbuatan tidak menyenangkan yang dimaksud karena Umar mengancam Walidi dengan senpi. ”Tersangka (Umar) tersinggung saat diminta korban (Walidi) meminta maaf. Karena sebelumnya tersangka menabrak sepeda motor korban,” jelas Ade, Kamis (19/1).
Polisi menyita barang bukti senpi merek Hunter CZ-83 kaliber 9 mm dengan nomor senjata 2442, berikut enam butir peluru karet, serta surat izin penggunaan senjata.
Ditambahkan kapolres, status pistol milik Umar sudah berizin. Namun karena peristiwa tersebut, izin tersebut akan dikaji ulang. ”Tidak menutup kemungkinan akan kita cabut izin penggunaan senjatanya,” tandas Ade.
Apa alasan Umar menodongkan senpi? Dia mengaku jengkel karena didatangi Walidi bersama teman-temannya. ”Baru saya kokang, belum sampai saya todongkan,” kilahnya.
Pistol yang dibeli seharga Rp 150 juta tersebut, kata Umar, digunakan untuk jaga diri karena dirinya berstatus direktur koperasi. ”Baru satu tahun ini pakai pistol,” kata dia. (adi/wa)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
