Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2017 | 00.18 WIB

Siapkan Anggaran Rp 2 Triliun untuk Pembangunan Monorel

PROYEK PRESTISIUS: Wali Kota Malang Moch. Anton (kiri) bersama Direktur PT Indonesia Transit Central Sukmawati Syukur setelah MoU di Balai Kota Malang. - Image

PROYEK PRESTISIUS: Wali Kota Malang Moch. Anton (kiri) bersama Direktur PT Indonesia Transit Central Sukmawati Syukur setelah MoU di Balai Kota Malang.


JawaPos.com- Rencana proyek pembangunan monorel (kereta dengan rel tunggal) di Kota Malang mulai ada perkembangan serius. Hal itu ditandai dengan ditandatanganinya kesepakatan pembangunan tahap awal antara Pemkot Malang dan investor dari PT Indonesia Transit Central (ITC) di Balai Kota Malang, Rabu (18/1).
Penandatanganan dilakukan Wali Kota Malang Moch. Anton bersama Direktur PT ITC Sukmawati Syukur. ITC dipercaya pemkot melakukan tahap studi kelayakan sebelum pembangunan fisik monorel. Bahkan, ITC telah menyiapkan anggaran Rp 2 triliun–Rp 3 triliun untuk menggarap monorel sepanjang 8,2 kilometer tersebut.
Sukma –panggilan akrab Sukmawati Syukur– menjelaskan, perusahaannya tertarik menanamkan investasi besar dengan membangun monorel di Kota Malang karena secara bisnis ada potensi besar di Kota Pendidikan tersebut. Dengan begitu, perusahaannya berani menggelontorkan dana Rp 2 triliun–Rp 3 triliun untuk proyek prestisius monorel itu.
”Dari aspek wisata dan pendidikan, Kota Malang sangat potensial. Karena itu, kami tertarik berinvestasi, terutama di bidang transportasi ini,” ujarnya.
Sukma menambahkan, untuk proyek monorel tahap awal, perusahaannya membangun rute sejauh 8,2 kilometer dulu. Startnya dari Stasiun Kotabaru sampai ke Jalan Veteran di kawasan Universitas Brawijaya.
Meski hanya 8,2 kilometer, biaya yang dibutuhkan cukup besar. Berdasar data yang pernah dirilis Jawa Pos Radar Malang, untuk lintasan monorel sepanjang 1 kilometer saja, dibutuhkan anggaran minimal Rp 150 miliar. Itu baru dana untuk membuat lintasan rel tunggal, belum termasuk gerbong keretanya. ”Karena itu, kami akan berpartner dengan perusahaan asing,” ungkap Sukma.
Apa perusahaan asing yang bakal berpartner dengan PT ITC? Sukma berjanji menjawab setelah ada penetapan rencana pembangunan secara resmi. Namun, dari sumber Jawa Pos Radar Malang, PT ITC memiliki partner konsorsium dengan perusahaan Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, dan Singapura.
Dia menjelaskan, kehadiran monorel di Kota Malang akan memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa dan para pelaku bisnis. Selain sebagai alternatif pemecah kemacetan, monorel PT ITC melihat keberadaan mahasiswa dan wisatawan sebagai prospek bisnis yang menjanjikan. Sukma menekankan bahwa yang diprioritaskan PT ITC adalah kenyamanan dan keamanan pengguna.
Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kota Malang Wasto menuturkan, PT ITC menjadi investor yang menilai kesiapan Kota Malang, baik secara tempat maupun masyarakat, dalam menyambut proyek monorel.
Wasto menerangkan, dalam MoU itu, pemkot memberikan kewenangan kepada PT ITC untuk melakukan kajian dasar. ”Hasil kajian dasar dari perusahan inilah yang akan kami kaji untuk mementukan monorel tersebut bisa berjalan di Kota Malang atau tidak,” ungkap Wasto.
Dalam rapat yang dilaksanakan di Balai Kota Malang itu, wali kota Malang menyampaikan, dengan penandatanganan kesepakatan bersama investor, ada lima tahapan yang harus mereka kaji. (iik/abm/c5/diq)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore