
Tim Terpadu yang terdiri dari Ditpam, Satpol PP, TNI, dan Polri menertibkan peternakan babi liar di kawasan Hutan Lindung Duriangkang, beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam mengkhawatirkan kebersihan air baku Dam Duriangkang. Pasalnya di sekitar waduk terdapat peternakan babi liar. Bahkan jumlahnya terus semakin bertambah.
Sayangnya kondisi ini lamban disikapi oleh BP Batam, karena harus menunggu anggaran untuk bertindak. "Kami masih menunggu anggaran turun. Karena kegiatan penertiban juga butuh biaya besar," ujar Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (18/1).
Robert mengakui peternakan babi liar memang sangat meresahkan pihaknya. Kendati sudah berkali-kali ditertibkan, namun peternakan babi liar tetap muncul kembali dan malah semakin ramai mendekati bibir Dam Duriangkang.
Dia menanggarai semakin bertambahnya peternakan babi liar ini tidak terlepas ada dugaan pembiaran dari Direktorat Pengamanan (Dirpam) BP Batam. "Ada pembiaran dari Dirpam yang dulu," imbuhnya.
Robert menyebutkan, pengelolaan peternakan babi liar sebetulnya telah pernah diatur di dalam Peraturan Kepala (Perka) BP Batam yang isinya melarang segala macam bentuk kegiatan terhitung 500 meter dari pasang tertinggi air di dam atau daerah tangkapan air. "Tujuannya adalah untuk melestarikannya karena dam inilah sumber air minum warga Batam," katanya.
Untuk saat ini, pihaknya sudah memasang banyak pagar pembatas untuk mencegah penerobosan masuk. Pengawasan juga diintensifkan. Pantauan Batam Pos di wilayah hutan sekitar Dam Duriangkang memang banyak babi liar berkeliaran. Penduduk setempat yang memelihara babi-babi tersebut rata-rata sudah menempati rumah liar disana sejak 1997 dan rata-rata berasal dari Sumatera Utara.
Terpisah, Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan ada 1.800 babi liar yang berkeliaran di wilayah hutan Dam Duriangkang. "Dan kami juga telah melaporkan 26 peternak ke Polresta Barelang untuk ditindaklanjuti," ujarnya. (leo/ska/iil/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
