
HARU: M (Inisial) melangsungkan pernikahan di kawal sejumlah polisi di rumah mempelai wanita di Dusun Asempitu, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Senin pagi (16/1).
JawaPos.com - Polisi mengawal orang nikah, itu hal lumrah. Maklum ”raja” sehari. Tapi jika pengawalan dilakukan karena sang mempelai pria tersangkut kasus hukum, itu tidak biasa. Seperti yang terjadi di Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Senin (16/1).
SUASANA hening berubah haru. Itu terjadi setelah rombongan polisi turun dari mobil bersama M di rumahnya di Dusun Asempitu, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, kemarin. Maklum, M yang ditahan polisi itu pulang karena akan melangsungkan pernikahan.
Sebenarnya, pernikahan itu sudah dijadwal jauh-jauh hari. Namun, apesnya, dua hari sebelum akad nikah, M terpaksa diringkus oleh satreskoba. Sebab, dia kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu.
Suasana bertambah haru bak sinetron sesaat setelah M dikawal menuju rumah mempelai wanita yang tak jauh dari rumah M. Tidak hanya warga, polisi pun juga ikut mengantar M.
Tak jarang, keluarga dan para tetangga mencucurkan air mata saat proses ijab kabul berlangsung. Sebab, keduanya tidak bisa bersama usai akad nikah. Tersangka M langsung kembali ke rumah keluarganya sebelum dibawa ke Mapolres Pamekasan.
”Saya terharu sekali melihat ijab kabul ini. Tidak terasa air mata saya mengalir. Saya ikut merasakan kesedihan mereka. Semoga diberi ketabahan bagi mempelai dan keluarganya,” ucap salah satu undangan yang menolak menyebut namanya kemarin.
Sesuai permohonan izin, keluarga mempelai laki-laki dan perempuan bersanding di pelaminan. Isak tangis keluarga semakin menyeruak. Tetangga yang berdatangan juga menangis histeris, termasuk keluarga mempelai wanita. Mereka tak kuasa menahan tangis.
”Ini adalah kebijakan Pak Kapolres AKBP Nowo Hadi Nugroho demi kemanusiaan. Maka dari itu, kami tidak mengenakan seragam polisi agar tidak terlalu tegang,” kata Kasatresnarkoba Polres Pamekasan AKP Sjaiful.
Usai ijab kabul, rombongan pun kembali ke rumah mempelai laki-laki. Tersangka M digiring ketat ke mobil yang disediakan polisi. Setiba di rumahnya sekitar pukul 10.00, tersangka langsung berganti baju tahanan.
Teriakan histeris kembali terdengar. Bahkan, ibu kandung M jatuh pingsan. Dia berteriak tak kuasa menahan kesedihan yang dialami anak bungsunya itu.
”Siapa yang tidak menangis saat seperti ini. Kami pun tidak tega dan berusaha tegar. Mau bagaimana lagi, ini adalah tugas kami,” kata AKP Sjaiful.
AKP Sjaiful mengatakan, sesuai aturan, polisi wajib memberikan kebijakan khusus kepada tersangka atau tahanan jika ada acara khusus. Baik pernikahan maupun kematian. (*Fathor Rochman/gik/luq)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
