Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2017 | 00.45 WIB

Dipercaya Membawa Rezeki, Jelang Imlek Ikan Dingkis Mulai Diburu

Pedagang ikan Pasar Penuin, Rony Hidayat alias Ati menunjukkan ikan Dingkis yang banyak dicari oleh warga Tionghoa menjelang Imlek. - Image

Pedagang ikan Pasar Penuin, Rony Hidayat alias Ati menunjukkan ikan Dingkis yang banyak dicari oleh warga Tionghoa menjelang Imlek.

JawaPos.com - Bagi sebagian kalangan etnis Tionghoa, di saat perayaan Imlek bakal memburu ikan Dingkis. Sebab ikan jenis ini dipercaya dapat membawa rezeki.


Dengan demikian menjelang hari Imlek yang akan jauh pada 28 Januari mendatang, pedagang di pasar Penuin Lubukbaja, Kota Batam pun mulai menyediakan ikan Dingkis.


"Udah mulai jual, tapi masih murah karena telurnya sedikit. Harganya masih ada yang Rp 70 ribu-an sampai Rp 80 ribu perkilo," ujar seorang pedagang Ismail yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (17/1).


Menurutnya, ikan itu dipercaya sebagian warga etnis Tionghoa membawa rejeki. Sehingga setiap jelang imlek Ikan Dingkis jadi favorit dan selalu dicari di Batam. "Yang bikin mahal itu telurnya, makin banyak telur makin mahal. Sekarang masil murah," katanya.


Dia menambahkan, Ikan Dingkis punya dua jenis telur, ada yang berwarna putih dan kuning. "Pasangan baru atau anak muda suka cari yang telur putih, kalau yang kuning orang tua, karena kolesterolnya tinggi," ujarnya.


Berbeda dengan Ismail, pedagang lain Ati mengatakan kini dia telah menjual dengan harga Rp 150 ribu perkilo. Menurut Ati, biasanya ikan Dingkis mulai mahal mulai empat atau lima hari jelang imlek karena saat ikan Dingkis akan banyak bertelur. "Harganya ada sampai Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu," ucapnya.


Sementara itu, Ketua Himpunan Seni Budaya Suku Tionghoa Indonesia (Hisbutib) Batam Harsono mengatakan, ikan itu cukup unik pasalnya ikan itu bertelur saat imlek saja atau tepatnya banyak bertelur pada hari kedua imlek atau tanggal 2 bulan 1 penanggalan Tionghoa. "Ini yang masih kita heran," ucapnya.


Namun dia mengungkapkan, keharusan mememakan Ikan Dingksi tak ada dalam budaya Tionghoa, hal unik ini hanya terjadi Kepri, khususnya Batam. "Mulai kapan (kebiasaan makan Ikan Dingkis di Kepri) belum ada yang tahu pasti. Namun, ada sebagian orang Tionghoa yang percaya kalau makan datangkan rejeki," pungkasnya. (cr13/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore