
Jilatan api membakar kebun sawit dan karet di Kenagarian Aie Amo, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, sekitar pukul 14.00, Senin (16/1).
JawaPos.com - Sebuah kebun sawit dan karet yang terdapat Kenagarian Aie Amo, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumbar ludes terbakar. Diperkirakan luas yang terbakar mencapai 60 hektare (ha).
Luas areal kebun tersebut membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan menjinakkan api. Senin (16/1) siang, pukul 14.00, Senin (16/1) petugas masih berusaha memadamkan api sejak diketahui dari pukul 10.00 WIB. Kendala petugas dalam memadamkan api juga dipicu tiupan angin yang kencang.
Warga yang berada di tepi perkebunan karet dan sawit tersebut juga siap siaga untuk mengungsi mengantisipasi terjadi hal terburuk. Informasi yang diperoleh dari Dinas Pol PP dan Damkar Sijunjung, api tersebut diketahui warga sekitar pada pukul 10.00. Awalnya warga sudah berusaha untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Akibat kencangnya tiupan angin, serta keringnya lahan akibat cuaca panas, membuat kobaran api semakin tak bisa dibendung, hingga meluas ke perkebunan di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Bidang Damkar Dinas Pol PP dan Damkar Sijunjung, Veryantoni mengatakan, pihaknya telah menerjunkan personel Damkar serta dua unit mobil pemadam kebakaran dibantu personel BPBD Sijunjung dan warga. “Diperkirakan sudah habis terbakar sekitar 60 ha. Untuk antispasi kekurangan air kita juga siagakan satu unit mobil tangki milik BPBD Sijunjung,” ungkap Verry Antoni yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (17/1).
Kabid Damkar itu menuturkan, jauhnya lokasi serta terjalnya jalan, membuat petugas kesulitan untuk melakukan pemadaman. “Belum lagi jauhnya sumber air membuat petugas harus bekerja keras untuk menghentikan penyebaran api ke perkebunan warga lainnya,” tuturnya.
Terkait sumber api, Veryantoni mengaku belum dapat memastikan. “Saat petugas kita masih di lokasi kejadian dan terus berupaya memadamkan api, petugas juga kita tempatkan di batas pemukiman masyarakat dengan perkebunan untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,”sambungnya sambil memperlihatkan waktu pukul 17.00.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung, Hardiwan, juga menyebut personel BPBD serta satu unit mobil tangki terus berupaya melakukan pemadaman dengan Damkar dan warga. “Cuaca saat ini mulai panas, kayu dan dedaunan mulai kering, sehingga mudah terbakar. Untuk itu kita imbau masyarakat agar jangan membakar lahan,” imbaunya. (hnd/iil/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
