
Ilustrasi
JawaPos.com — Seorang gadis, sebut saja Mayang (16), warga salah satu Kelurahan di Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara (Minut), hanya bisa menangis ketika diperkosa oleh lelaki berinisial GR alias Gerry (18), warga Kelurahan Mapanget, Kecamatan Mapanget.
Mirisnya lagi, peristiwa itu terjadi pada malam Natal kedua, Senin (26/12) malam sekira pukul 22.00 wita, di rumah pelaku.
Dilansir dari Posko Manado (Jawa Pos Group), korban dan pelaku kenalan lewat jejaring medis sosial (Medsos) Facebook (FB) beberapa bulan yang lalu.
Semenjak perkenalan itu, keduanya menjalin hubungan asmara meskipun belum pernah bertemu sekalipun.
Nah, disaat keduanya sedang merayakan hari raya Natal, pelaku mengajak korban bertemu melalui pesan singkat (Inbox) di FB.
Karena penasaran dengan pujaan hatinya itu, korban mengiyakan dan meminta pelaku menjemputnya di pusat kota Airmadidi. Tak sampai satu jam, pelaku menjemput korban dengan sepeda motor.
Keduanya kemudian menembus kegelapan malam, dan sekira pukul 21.30 wita, keduanya sampai dirumah pelaku. Ternyata rumah itu sedang kosong, karena orang tua pelaku sedang keluar.
Usai memarkir sepeda motornya, pelaku langsung menarik paksa korban masuk kedalam rumah hingga kamar. Disana, pelaku tanpa rasa ragu lagi langsung mencumbui siswi SMA itu. Merasa tidak nyaman, korban memberikan perlawanan.
Bukannya berhenti, pelaku terus berupaya melucuti celana korban. Karena kalah kuat, pelaku akhirnya berhasil melucutinya.
Dalam kondisi setengah telanjang, dengan beringasnya pelaku memperkosa korban hingga pendarahan. Saat itu, karena tidak berdaya, korban hanya bisa menagis menahan perih di kemaluannya.
Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku membujuk korban lalu mengantarnya dengan sepeda motor hingga ke dekat rumah.
Setiba dikediamannya, korban menceritakan perbuatan pelaku kepada kedua orang tuanya. Mendengar pengakuan putri mereka, kedua orang tua korban marah dan memilih menyelesaikan perkara ini lewat jalur hukum. Kasus ini kemudian dilaporkan Selasa (27/12) kemarin.
Kasubag Humas Polresta Manado, AKP Roly Sahelangi, ketika dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.
“Korbannya sudah di Visum, dan laporannya sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” pungkasnya. (pos/sad/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
