
TERTIB: Petugas Satpol PP Kota Kediri menaiki ekskavator yang digunakan untuk menghancurkan bangunan di lahan eks lokalisasi Semampir, Kediri.
JawaPos.com- Cuaca sejuk mengiringi penertiban eks lokalisasi Semampir, Kediri. Meski gerimis sempat mengguyur, pembersihan bangunan di area itu tak terhambat. Suasana pun lebih kondusif daripada penertiban Sabtu lalu (10/12).
”Hari ini (kemarin, Red) terpantau lancar, aman, dan sangat terkendali,” terang Ali Mukhlis, Kasatpol PP Kota Kediri.
Seribu personel gabungan TNI-Polri dan satpol PP turun ke tempat penertiban di RW 05 pada pukul 10.00 WIB. Mereka terdiri atas personel Polres Kediri Kota, Brimob, kodim, dan yonif. Masing-masing satu satuan setara kompi (SSK). Plus satu regu Denpom TNI.
Seperti sebelumnya, Kabagops Kompol I Ketut Mudita berkomunikasi dengan warga terkait dengan rencana pembongkaran bangunan di atas aset pemkot tersebut. Namun, kali ini tidak ada perlawanan dari warga.
Mereka secara sukarela mengeluarkan sendiri perabot rumah dan perkakas. Karena perabot cukup banyak, personel satpol PP serta petugas angkut dari dinas kebersihan dan pertamanan (DKP) membantu evakuasi barang.
”Total, ada sekitar 200 petugas yang kami kerahkan untuk membantu evakuasi,” kata Ali Mukhlis.
Saat evakuasi, petugas mendapati seorang warga yang mengalami stroke. Tim medis pun langsung bergerak dan membawa perempuan tersebut menuju ambulans. Pihak keluarga sempat meminta agar ibunya itu dipindahkan ke rumah kerabat. Namun, oleh petugas, perempuan tersebut tetap dibawa ke puskesmas terdekat.
”Kami upayakan untuk mendapatkan tindakan medis terlebih dahulu agar kondisinya membaik dan siap untuk tinggal di hunian baru,” terang Dewi Sartika, kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Kediri.
Selain warga yang sakit, ada beberapa ibu yang histeris. Mereka enggan meninggalkan rumah yang sudah dihuni puluhan tahun. Meski demikian, mereka tetap harus pindah, mengingat tempat yang saat ini dihuni adalah aset pemkot.
”Mbok yo dikasih kesempatan beberapa hari lagi biar bisa siap-siap,” urai Siti, warga, di sela-sela isak tangisnya.
Sementara itu, Avio, anak berumur empat tahun, juga menangis di gendongan ayahnya. Gadis kecil tersebut menangisi barang-barang kesayangannya yang dikeluarkan oleh petugas satpol PP dari rumahnya.
”Baronganku jangan diambil,” katanya sambil menangis.
Para polwan dan petugas satpol PP perempuan kemudian menenangkan dia. Situasi penertiban bangunan tersebut tetap kondusif. Proses evakuasi pun berlangsung aman sampai seluruh wilayah RW 05 steril.
”Warga kami arahkan ke pos evakuasi, tetapi sebagian besar diketahui numpang ke rumah saudara atau rumah asli,” ucap Dewi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
