Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 November 2016 | 15.27 WIB

Banjir HST Merendam Rumah Sakit, Puluhan Pasien Dievakuasi

Pasien RS Damanhuri Barabai bertumpuk memadati selasar ruangan yang tidak terkena banjir. - Image

Pasien RS Damanhuri Barabai bertumpuk memadati selasar ruangan yang tidak terkena banjir.

JawaPos.com - Dalam dua hari terakhir sejak Selasa (21/11) kemarin, Banjir yang melanda Hulu Sungai Tengah (HST) tak hanya merendam perumahan. Tetapi juga fasilitas kesehatan seperti RS Damanhuri Barabai.



Pantauan Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), halaman rumah sakit sudah terendam air, bahkan beberapa ruangan pasien di rumah sakit kebanggaan warga Bumi Murakata tersebut juga tergenang.



Mulai dari Ruangan Syafir yang memiliki kurang lebih delapan kamar, yang digunakan untuk ruangan rawat inap pasien penyakit dalam perempuan, Ruangan Mutiara, dan beberapa ruangan lainnya. Ketinggian air rata-rata sekitar 10-30 sentimeter. 



Alhasil puluhan pasien terpaksa dipindahkan ke ruangan yang lebih tinggi, sehingga menyebabkan satu kamar yang biasa dipakai dua pasien, kali ini ditempati 5-6 pasien. Tidak hanya ruangan kamar yang penuh sesak, akibat banjir tersebut selasar ruangan juga penuh sesak oleh pasien.



Salah seorang keluarga Pasien RS Damanhuri Barabai yang juga warga Sungai Buluh HST Basni mengaku miris dengan kondisi tersebut. Dirinya merasa iba dengan orang tuanya yang kebetulan dirawat di tempat tersebut.



“Dampak banjir ini memang terasa, di kamar yang biasanya hanya berdua, saat ini bisa sampai dihuni enam orang. Kasihan dengan kondisi orang tua yang sakit, kondisi kamarnya tambah panas karena banyak orang, yang sakit juga terganggu,” ungkapnya Rabu (23/11) kemarin.



Mereka hanya bisa berharap banjir segera surut dan kondisi dapat kembali normal seperti sebelumnya.



Sementara itu, salah seorang perawat jaga di ruangan Zamrud RS Damanhuri Barabai Ahmad Radiani kepada wartawan menceritakan air mulai naik sejak pukul 19.00 Wita. Puncaknya pada pukul 22.00 Wita air sudah memasuki ruangan di Rumah Sakit, sampai dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.



“Banjir di Rumah Sakit seperti ini baru terjadi pertama kali. Biasanya walaupun banjir air hanya sampai lantai saja tidak sampai masuk ruangan. Banjir kali ini memang lebih besar intensitas airnya, dan mengganggu aktivitas di Rumah Sakit,” terangnya.



Dia melanjutkan, di ruangan Zamrud yang dijaganya tercatat ada tambahan 10 orang pasien. Sebelumnya 10 orang tersebut adalah pasien dari ruangan Syafir yang terendam banjir.



“Jadi totalnya di ruangan Zamrud kami ini ada 29 pasien yang terbagi dalam 8 kamar. Bahkan ada beberapa pasien yang berada di selasar ruangan, karena kamarnya tidak cukup,” jelasnya. (zay/yn/ram/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore