
Pasien RS Damanhuri Barabai bertumpuk memadati selasar ruangan yang tidak terkena banjir.
JawaPos.com - Dalam dua hari terakhir sejak Selasa (21/11) kemarin, Banjir yang melanda Hulu Sungai Tengah (HST) tak hanya merendam perumahan. Tetapi juga fasilitas kesehatan seperti RS Damanhuri Barabai.
Pantauan Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), halaman rumah sakit sudah terendam air, bahkan beberapa ruangan pasien di rumah sakit kebanggaan warga Bumi Murakata tersebut juga tergenang.
Mulai dari Ruangan Syafir yang memiliki kurang lebih delapan kamar, yang digunakan untuk ruangan rawat inap pasien penyakit dalam perempuan, Ruangan Mutiara, dan beberapa ruangan lainnya. Ketinggian air rata-rata sekitar 10-30 sentimeter.
Alhasil puluhan pasien terpaksa dipindahkan ke ruangan yang lebih tinggi, sehingga menyebabkan satu kamar yang biasa dipakai dua pasien, kali ini ditempati 5-6 pasien. Tidak hanya ruangan kamar yang penuh sesak, akibat banjir tersebut selasar ruangan juga penuh sesak oleh pasien.
Salah seorang keluarga Pasien RS Damanhuri Barabai yang juga warga Sungai Buluh HST Basni mengaku miris dengan kondisi tersebut. Dirinya merasa iba dengan orang tuanya yang kebetulan dirawat di tempat tersebut.
“Dampak banjir ini memang terasa, di kamar yang biasanya hanya berdua, saat ini bisa sampai dihuni enam orang. Kasihan dengan kondisi orang tua yang sakit, kondisi kamarnya tambah panas karena banyak orang, yang sakit juga terganggu,” ungkapnya Rabu (23/11) kemarin.
Mereka hanya bisa berharap banjir segera surut dan kondisi dapat kembali normal seperti sebelumnya.
Sementara itu, salah seorang perawat jaga di ruangan Zamrud RS Damanhuri Barabai Ahmad Radiani kepada wartawan menceritakan air mulai naik sejak pukul 19.00 Wita. Puncaknya pada pukul 22.00 Wita air sudah memasuki ruangan di Rumah Sakit, sampai dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.
“Banjir di Rumah Sakit seperti ini baru terjadi pertama kali. Biasanya walaupun banjir air hanya sampai lantai saja tidak sampai masuk ruangan. Banjir kali ini memang lebih besar intensitas airnya, dan mengganggu aktivitas di Rumah Sakit,” terangnya.
Dia melanjutkan, di ruangan Zamrud yang dijaganya tercatat ada tambahan 10 orang pasien. Sebelumnya 10 orang tersebut adalah pasien dari ruangan Syafir yang terendam banjir.
“Jadi totalnya di ruangan Zamrud kami ini ada 29 pasien yang terbagi dalam 8 kamar. Bahkan ada beberapa pasien yang berada di selasar ruangan, karena kamarnya tidak cukup,” jelasnya. (zay/yn/ram/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
