
Photo
JawaPos.com - Bagi nelayan maupun warga musti waspada terkait kondisi cuaca ekstrem saat ini. Terutama bagi nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di tengah laut.
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah II Stasiun Metereologi Maritim Pontianak mencatat, ketinggian gelombang di wilayah perairan Singkawang-Sambas mencapai 2,5 meter. Gelombang setinggi itu berlangsung sejak tanggal 20 Oktober hingga 22 Oktober 2015.
Sedangkan tanggal 23 Oktober, ketinggian gelombang hanya dua meter. Selama empat gelombang mengarah ke timur laut, kondisi cuacanya hujan dengan kecepatan angin mulai dari 13 hingga 20 knot.
Ketinggian gelombang di wilayah perairan Karimata juga sama, yakni 2,5 meter. Kondisi ini pun berlangsung selama empat hari. Selam itu, gelombang mengarah ke timur laut-tenggara. Untuk kondisi cuacanya, berawan dengan kecepatan anginnya 13 hingga 18 knot.
Gelombang dengan ketinggian sama juga terjadi di perairan Ketapang. Hanya saja ini terjadi selama dua hari. “Hanya tanggal 20 hingga 21 Oktober,” kata Prakirawan Stasiun Metereologi Maritim Pontianak Prada Wellyantama kepada Pontianak Post (Jawa Pos Group). Ketinggian gelombang menjadi dua meter, untuk tanggal 22 hingga 23 Oktober. Kecepatan anginnya, 10 hingga 18 knot.
Gelombang paling tinggi terjadi wilayah perairan laut jawa. Ketinggiannya mencapai 3,5 meter. Kondisi itu terjadi tanggal 21 hingga 22 Oktober 2015. Sedangkan tanggal 20 dan 23 Oktober ketinggian gelombangnya 3 meter. Untuk kondisi cuacanya berawan dengan kecepatan angin dari 15 hingga 20 knot.
Ketinggian gelombang mencapai 3 meter juga terjadi di wilayah perairan Laut Cina Selatan. Kondisi itu terjadi tanggal 20 hingga 21 Oktober. Sedangkan dua hari setelah itu, ketinggian gelombang turun menjadi 2,5 meter. “Selama empat hari, kecepatan anginnya 13 hingga 20 knot,” kata dia.
Gelombang dengan ketinggian 2,5 meter juga terjadi di wilayah perairan Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Kepualauan Lingga dan Laut Anambas. Kondisi ini pun hanya terjadi selama dua hari. Mulai tanggal 20 hingga 21 Oktober. Dua hari setelah itu, ketinggian gelombang turun menjadi 2 meter. “Untuk daerah lainnya, seperti Pontianak dan Selat Berhala. Selama empat hari, ketinggian gelombangnya dari satu hingga dua meter,” jelasnya. (mse/hsn/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
