Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2015 | 04.22 WIB

Kabut Asap, 1 Bayi Meninggal Akibat ISPA

Pembakaran lahan yang membuat kabut asap semakin pekat. - Image

Pembakaran lahan yang membuat kabut asap semakin pekat.

JawaPos.com -- Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kalimantan Selatan semakin pekat. Akibatnya, jumlah penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pneumonia di Kalsel semakin bertambah.



Dari data Dinas Kesehatan Kalsel, sejak Januari hingga Agustus 2015, sudah 10.639 warga terserang ISPA. Peningkatan penderita ISPA ini terjadi di bulan Agustus 2015 kemarin. Salah satu faktornya karena kabut asap.



Ironisnya, 87 persen dari total penderita ISPA di Kalsel itu adalah bayi dan balita yang berusia satu hingga empat tahun. Totalnya ada 9.272 orang di 13 kabupaten/kota Kalimantan Selatan. Sementara penderita ISPA di atas lima tahun sebanyak 1.367.



Dari sekian banyak penderita ISPA, ada satu yang meninggal dunia, yakni bayi perempuan berusia kurang dari satu tahun dari Hulu Sungai Selatan (HSS). Bayi dan balita ini memang rentan terserang penyakit ISPA.



“Saat ini bisa dikatakan Agustusnya puncaknya," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Benny Rahmadi, Selasa (15/9).



Benny mengungkapkan, kabut asap memang menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah penderita ISPA di Kalsel. (mat/by/ran/jpg)

Editor: Ronald
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore